Guru Bahasa Inggris di Sanggau Ikuti Pelatihan Gratis di UNE Australia

26 Januari 2026 09:47 WIB
Para peserta pelatihan foto bersama. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com – Untuk pertama kalinya di Indonesia, guru-guru Bahasa Inggris di Kabupaten Sanggau, mengikuti pelatihan gratis yang digelar mahasiswa School of Education, University of New England (UNE), Australia.

Program ini diprakarsai Angela Asri Purnamasari, mahasiswi School of Education UNE, yang tengah menjalani program pelatihan guru Bahasa Inggris di Kabupaten Sanggau.

Pelatihan ini bertajuk Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan. Program ini merupakan pilot pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia.

Angela, alumni SMP Sugiyopranoto dan SMA Negeri 1 Sanggau, menjelaskan bahwa program tersebut awalnya direncanakan berlangsung di Maluku Utara. Namun, ia mengupayakan agar pelaksanaannya dilakukan di daerah kelahirannya.

“Ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan akan menjadi referensi bagi Kemendikti RI dalam pengembangan guru melalui metode mentoring. Karena saya orang asli Sanggau, puji Tuhan daerah ini menjadi rekomendasi utama,” ujar Angela saat ditemui di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/01/2026).

Ia menambahkan, program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikti yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib saya laksanakan sebagai bagian dari studi Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Pendidikan,” jelasnya.

Didampingi dosen pembimbing utama, Joshua Matthews dari School of Education UNE, Angela menyebutkan pelatihan dilaksanakan setiap Sabtu, mulai 24 Januari hingga 21 Februari 2026, bertempat di Aula Bapenda Kabupaten Sanggau.

“Terdapat lima kali pertemuan dan hari ini menjadi pertemuan perdana. Program ini dibuka oleh Bupati Sanggau yang diwakili Kepala Bapenda, Bapak Wellem Suherman,” katanya.

Angela juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, khususnya Bupati Yohanes Ontot, atas dukungan penuh terhadap program ini.

“Sebelumnya kami beraudiensi langsung dengan Bupati. Jika program ini berhasil, Sanggau akan menjadi percontohan pengembangan guru berbasis mentoring dan analisis kebutuhan yang dapat diterapkan di daerah lain,” ujarnya.

Sebanyak 28 guru Bahasa Inggris tingkat SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Sanggau mengikuti pelatihan ini. Para peserta direkomendasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau.

Program ini juga didukung tujuh dosen Pendidikan Bahasa Inggris dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana.

Angela turut mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bapenda Kabupaten Sanggau, Wellem Suherman, atas fasilitasi tempat dan sarana pendukung. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau yang mendukung pelaksanaan program secara hybrid.***


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar