Perjuangan Warga Perbatasan Sambas Panen Durian: Rela Seberangi Sungai Saat Banjir hingga Tembus Pasar Malaysia

12 Januari 2026 13:05 WIB
Perjuangan warga mencari durian menyebrangi sungai sempayang yang dalam saat musim hujan/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Dusun Sawah, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, musim panen durian menjadi momen penuh perjuangan bagi warga. 

Demi mencapai kebun durian, masyarakat setempat harus menempuh medan berat, mulai dari menyeberangi sungai hingga bermalam di kebun, bahkan saat kondisi banjir melanda.

Aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas tahunan warga Dusun Sawah. Mereka biasanya menunggu durian jatuh pada malam hari, lalu mengumpulkannya pada pagi hari sebelum dijual kepada agen atau pembeli. 

Meski akses menuju kebun cukup menantang, semangat warga untuk memanen durian tidak pernah surut, terutama ketika debit air sungai meningkat saat musim hujan.

Dusun Sawah dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian di wilayah Sajingan Besar. Saat musim panen tiba, hampir seluruh kepala keluarga turun ke kebun masing-masing untuk memanen durian yang menjadi sumber penghasilan tambahan masyarakat perbatasan.

Salah seorang warga, Devi, mengungkapkan bahwa untuk mencapai kebun durian milik keluarganya, ia harus menyeberangi Sungai Sampayang yang berada tepat di belakang rumahnya.

“Untuk menuju kebun durian, kami harus menyeberangi Sungai Sampayang yang berada tepat di belakang rumah,” ujar Devi, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, menyeberangi sungai sudah menjadi hal biasa bagi warga Dusun Sawah, termasuk saat musim banjir. Ia menyebut seluruh anggota keluarganya harus ikut menyeberang demi mengambil hasil panen durian.

“Saya bersama orang tua dan adik harus melewati sungai tersebut. Saat musim banjir seperti sekarang, ketinggian air bahkan bisa mencapai dada,” jelasnya.

Devi menambahkan, hampir setiap warga di Dusun Sawah memiliki pohon durian. Ketika musim panen tiba, agen dan pengepul durian akan berdatangan untuk membeli hasil panen warga.

“Setiap musim durian, agen dan pengepul datang ke Dusun Sawah. Durian dari sini dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan ada yang dibawa hingga ke Malaysia dan wilayah lain di Kabupaten Sambas,” katanya.

Selain pengepul, pembeli perorangan juga kerap datang langsung ke rumah-rumah warga untuk membeli durian secara eceran.

“Tidak sedikit pembeli yang datang langsung ke rumah warga untuk membeli durian,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat panen raya atau yang biasa disebut warga sebagai banjir durian harga durian sempat turun drastis. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap memanen.

“Sempat harga durian kecil hanya di kisaran Rp4.000 sampai Rp5.000 per buah, sementara yang besar Rp12.000 hingga Rp20.000. Sekarang durian sudah mulai habis, biasa warga menyebutnya durian ujung daun, harganya pun mulai melonjak kembali,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar