Sekolah ke Luar Daerah Jadi Penyebab 1.000 Pelajar Kapuas Hulu Tak Milik E-KTP
KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kapuas Hulu mencatat sedikitnya hampir 1.000 pelajar Kapuas Hulu belum melakukan perekaman KTP Elektronik (E-KTP).
Hal ini disebabkan, kebanyakan para pelajar tersebut sedang menempuh pendidikan di luar Kabupaten Kapuas Hulu, diantaranya ada yang kuliah dan berada di pondok pesantren luar Kapuas Hulu.
Kepala Disdukcapil Kapuas Hulu, Usmandi mengatakan para pelajar tersebut sebetulnya boleh melakukan perekaman di mana daerah tempat mereka sekolah, tidak harus di Kapuas Hulu seperti mungkin berada di Pulau Jawa atau di Kabupaten Sintang.
"Perekaman mereka boleh di luar Kapuas Hulu, nanti pas cetak E-KTP baru di Kapuas Hulu, apalagi sekarang ini usia 16 tahun wajib melakukan perekaman," kata Usmandi, kepada Insidepontianak, di Putussibau, Senin (12/01/2026).
Usmandi menjelaskan untuk melakukan perekaman E-KTP, pelajar tidak perlu merubah alamat, harus tetap sesuai alamat asal di Kapuas Hulu.
"Kami terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama pada saat melakukan pelayanan jemput bola ke kecamatan, khususnya untuk pelajar ini tadi," katanya.
Usmandi menyebutkan berdasarkan catatan Tahun 2025 jumlah wajib E-KTP di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 204.660 jiwa dari jumlah tersebut sudah melakukan perekaman sebanyak 200.728 jiwa atau sekitar 98,08 persen.
Ia juga menyebutkan jumlah penduduk Kapuas Hulu pada Semester I Tahun 2025 mencapai 178.422 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 143.106 jiwa dan perempuan 135.322 jiwa.
"Untuk Semester II kami masih menunggu data dari Kemendagri, ucapnya.
Usmandi mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama pelajar yang belum melakukan perekaman E-KTP untuk segera mendatangi Kantor Disdukcapil atau pada saat pelayanan jemput bola dan di beberapa kecamatan yang bisa melayani perekaman seperti di Kecamatan Semitau.
"Untuk pelajar usia 16 tahun datanya ada di provinsi, biasanya mereka langsung terlapor ke pusat, tetapi kami juga tetap melakukan sosialisasi untuk pelajar pada saat pelayanan jemput bola," pungkasnya. (*)
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment