Polisi Amankan Dua Pucuk Senpi Saat Peristiwa Berdarah di Labian Kapuas Hulu
KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Peristiwa berdarah yang menewaskan satu warga Dusun Ukit-Ukit Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (31/01/2025) hingga saat ini masih ditangani pihak kepolisian setempat.
Tidak hanya mengamankan terduga pelaku, Satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu juga sudah mengamankan barang bukti berupa dua pucuk senjata api (Senpi) rakitan laras panjang di lokasi kejadian.
Dari peristiwa tersebut diketahui, korban tewas bernama Antonius Itoni yang merupakan warga Dusun Ukit-Ukit Desa Labian.
Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, AKP Sihar Binardi Siagian menjelaskan terduga pelaku berinisial EB (65) saat ini telah diamankan di Polres Kapuas Hulu guna pemeriksaan lebih lanjut.
"Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan, kasus ini sedang kami tangani untuk proses lebih lanjut," kata AKP Sihar Binardi Siagian, di Putussibau, Sabtu (3/01/2026).
Binardi Siagian mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, kejadian tersebut terjadi di sebuah kebun sawit milik warga setempat sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (31/12/2025).
Kejadian itu bermula saat terlapor berinsial EB (terduga pelaku) sekitar pukul 10.00 WIB sedang mengecek jebakan babi (jerat) di kebun sawit milik warga setempat.
Tidak lama kemudian, EB bertemu dengan Antonius Itoni (korban) yang saat itu membawa satu pucuk senjata api dan anjing dengan tujuan berburu di lokasi yang sama.
Saat itu, EB menegur atau memperingati korban untuk tidak berburu di kebun sawit tersebut, sebab sudah ada jerat babi yang terpasang.
Akan tetapi, mendengar teguran dari terduga pelaku, korban langsung marah atau emosi karena tidak terima ditegur dan kemudian langsung mendorong terduga pelaku ke kubangan air.
Setelah itu terduga pelaku berhasil naik keatas tebingan kubangan air, namun terduga pelaku sempat tergelincir, hingga senjata api rakitan jenis yang sebelumnya sudah terisi amunisi terlepas dari badan terduga pelaku.
Kemudian, korban langsung mengambil senjata api rakitan jenis milik terduga pelaku dan memukulkan senjata ke batang pohon sawit hingga senjata api tersebut meledak dan mengeluarkan peluru yang mengenai paha pada kaki sebelah kiri korban.
"Terduga pelaku saat itu meninggal korban dalam kondisi terluka tembakan dan melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa dan Polsek Batang Lupar untuk mengamankan diri," kata Binardi Siagian.
Saat dievakuasi, korban saat itu masih dalam keadaan bernyawa sedang berpegang di pohon sawit.
Korban langsung di bawa ke Puskesmas Batang Lupar untuk mendapatkan pertolongan, akan tetapi karena kondisi kritis petugas Puskesmas merujuk korban ke Rumah Sakit Putussibau, namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 18.00 WIB.
"Untuk korban sudah dibawah pihak keluarga, sedangkan terduga pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (*)
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -
Tags :

Leave a comment