Internet Murah di Kubu Raya Masih Terbatas, Pemkab Dorong ISP Perluas Jaringan hingga Desa
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Realisasi program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat penyediaan internet murah di Kabupaten Kubu Raya hingga kini masih dilakukan secara bertahap dan belum menjangkau seluruh wilayah.
Sebagaimana diketahui, data dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar, mencatat Kubu Raya hanya mengusulkan dua wilayah untuk pemerataan akses digital Kalbar terhadap wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dari total data sebanyak 1.338 usulan per kabupaten/kota.
Sementara sisanya, Sintang, 398 usulan, Kapuas Hulu 242, Ketapang 228, Landak 156, Melawi 114, Bengakayang 32, Sambas 30, dan Kayong Utara 22.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi, khususnya hingga ke desa, dusun, dan wilayah terpencil.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kabupaten Kubu Raya, Romi Ardiansyah, mengatakan saat ini pemerintah daerah baru mampu menghadirkan fasilitas pendukung internet di tiga lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Di antaranya, halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Taman Tugu Pesawat, dan Taman Kubu Menanjak.
“Baru ada tiga titik RTH yang kita siapkan. Ini untuk menunjang pengunjung sekaligus pedagang UMKM yang beraktivitas di lokasi tersebut,” kata Romi, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, untuk mempercepat pemerataan akses internet, Pemkab Kubu Raya mendorong keterlibatan operator penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).
Dorongan tersebut disampaikan melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Dengan harapan ISP lokal dapat mengembangkan dan memperluas cakupan layanan hingga ke desa dan dusun.
“Pemerintah daerah tentu tidak bisa sendiri karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Di samping itu, Romi meluruskan pemahaman masyarakat terkait istilah bandwidth yang kerap disalahartikan.
Ia menegaskan, bandwidth bukan hanya analogi lebar jalan, melainkan kapasitas pita frekuensi yang disediakan penyedia layanan kepada pelanggan.
“Bandwidth itu adalah pita frekuensi yang disalurkan ke pelanggan sesuai kebutuhan. Semakin besar bandwidth yang digunakan, maka biaya langganan bulanannya juga semakin tinggi,” terangnya.
Ia menambahkan, Pemkab Kubu Raya telah mengusulkan kepada Komdigi agar mendorong operator penyedia layanan internet memperluas jangkauan hingga ke dusun-dusun pedesaan dan wilayah pulau.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi paling realistis untuk menghadirkan layanan internet yang terjangkau dan merata bagi masyarakat.
“Harapannya, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, ISP, dan daerah, layanan internet murah bisa benar-benar dirasakan hingga ke pelosok Kubu Raya,” pungkasnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment