• Rabu, 30 November 2022

Tetapkan Satu Tersangka, Kejari Kapuas Hulu Kembangkan Kasus Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir

- Kamis, 3 Februari 2022 | 22:26 WIB
8f05f8b0-0d1c-400c-a6c8-2a8f27f757e9
8f05f8b0-0d1c-400c-a6c8-2a8f27f757e9

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Setelah menahan satu orang tersangka berinisial S yang diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Terminal Bunut Hilir wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu akan terus mengembangkan perkara tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kapuas Hulu Adi Rahmanto mengatakan dalam perkara Tipikor itu tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

"Penyidikan ini tidak hanya berhenti pada tersangka S saja. Tetapi akan terus berlangsung agar proses penyelidikan terang benderang, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru lagi," kata Adi Rahmanto, di Putussibau, Kamsi (3/2/2022).

Adi menjelaskan, untuk tersangka S, berperan sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan Terminal Bunut Hilir pada Tahun 2018 lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan pembangunan Terminal Bunut Hilir tersebut terdapat Rp316 juta lebih kerugian negara.

Adi menyebutkan pembangunan Terminal Bunut Hilir bersumber dari dana Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Kapuas Hulu Tahun 2018 pada Dinas Perhubungan Kapuas Hulu dengan nilai kontrak Rp1,69 miliar dan masa kontrak 120 hari yang berlangsung dari 4 September 2018 sampai dengan 31 Desember 2018.

Namun, karena tidak dapat diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati dalam kontrak, terhadap kontraktor kemudian diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan namun masih tidak terselesaikan, sehingga pada bulan Oktober Tahun 2019 lalu, Dinas Perhubungan Kapuas Hulu memutusan kontrak pembangunan Terminal Bunut Hilir.

"Jadi, untuk tersangka S sudah resmi kami tahan di Rutan Putussibau untuk selanjutnya dilaksanakan proses hukum lebih lanjut," kata Adi.

Ia memaparkan, untuk penahanan tersangka S, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-01/O.1.16/Fd.1/01/2022 tanggal 02 Februari 2022. Tersangka S ditahan selama 20 hari, yaitu sejak 2 hingga 21 Februari 2022.

“Tahapan selanjutnya pelimpahan kepada Pengadilan Tipikor Pontianak, namun yang jelas perkara itu terus kami kembangkan, karena suatu tindakan korupsi tidak mungkin dilaksanakan sendiri," kata Adi. (Sigit)

Editor: Jaka Iswara

Tags

Terkini

Melkianus Terpilih Sebagai Wabup Sintang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:48 WIB
X