• Rabu, 5 Oktober 2022

Wajah Affandi yang Lain, Anggota Dewan PKI Hingga Lembaga Kebudayaan Rakyat (Bagian 1)

- Senin, 23 Mei 2022 | 21:11 WIB
Pelukis Affandi pernah memimpin lembaga seni PKI, Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Dia bahkan pernah menjadi wakil Partai Komunis Indonesia di Dewan Konstituante.   (gasbanter.com)
Pelukis Affandi pernah memimpin lembaga seni PKI, Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Dia bahkan pernah menjadi wakil Partai Komunis Indonesia di Dewan Konstituante. (gasbanter.com)

YOGYAKARTA, insidepontianak.com - Tak banyak orang tahu, Affandi pernah menjadi ketua Lembaga Kebudayaan Rakyat, bahkan anggota Dewan Konstituante Partai Komunis Indonesia PKI mewakili Yogyakarta.  

Affandi dikenal sebagai seniman lukis ekspresionis yang tak banyak bicara politik. Sosoknya di sayap PKI pada Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) Yogyakarta, terbilang unik mengingat kebanyakan anggotanya adalah pelukis realisme sosialis.  

Affandi Koesoema menjadi satu-satunya seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat-PKI yang namanya diabadikan menjadi salah satu jalan di Yogyakarta.

Bulan Mei menjadi pusaran sejarah hidup Affandi. Lahir di Cirebon pada 18 Mei 1907, Affandi meninggal di Yogyakarta, 23 Mei 1990.

Salah satu maestro seni rupa Indonesaia ini dikenal sebagai orang yang tenang di luar namun penuh gejolak di dalam.

Melalui kanal YouTube mojokdotco, Muhidin M Dahlan menceritakan jalan hidup Affandi yang belum diketahui banyak orang.

“Di memori publik seni rupa Yogyakarta dan Indonesia, sesungguhnya Affandi itu adalah seorang yang low profile,” kata Muhidin.

Kesan itu yang nyaris menjauhkan Affandi dari kronik politik Indonesia yang panas di seputaran tahun 1955, saat PKI menjadi salah satu pemenang pemilu.

Affandi sesungguhnya adalah seorang politisi. Seniman yang berpolitik. Pada pemilu 1955 salah satu yang dusulkan oleh PKI untuk menjadi wakil mereka di parlemen atau Dewan Konstituante.”

Nama Affandi muncul sebagai calon anggota parlemen utusan PKI nomor urut pertama. Di bawahnya ada nama Sudjojono, Hendra Gunawan (Muhidin ragu untuk memastikan nama ini), Henk Ngantung, dan 6 penyair.   

Halaman:

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

LASEM Gelar Budaya Pesona Madura Kalbar

Senin, 27 Desember 2021 | 09:38 WIB

Rakusnya Monopoli Gas dan Mirisnya Nasib Rakyat

Minggu, 26 September 2021 | 17:49 WIB
X