• Rabu, 30 November 2022

Restorative Justice, Cabjari Entikong Hentikan Perkara KDRT

- Sabtu, 9 April 2022 | 14:23 WIB
WhatsApp Image 2022-04-09 at 10.53.30
WhatsApp Image 2022-04-09 at 10.53.30

SANGGAU, insidepontianak.com - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sanggau di Entikong melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan dengan pendekatan restorative justice terhadap kasus PS dalam perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tersangka PS disangka pasal 44 Ayat (1) Jo pasal 44 Ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kepala Cabjari Sanggau di Entikong, Rudy Astanto mengatakan, penghentian penuntutan dilakukan setelah upaya perdamaian antara tersangka PS dan korban MMS.

"Antara tersangka PS dan korban MMS telah sepakat untuk berdamai. Upaya perdamaian ini dilakukan tim Jaksa Penuntut Umum dan disaksikan oleh kepala desa, tokoh masyarakat dan ketua RT setempat," ujar Rudy, Jumat (8/4/2022).

Rudy Astanto menerangkan, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan ini, telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi. Dalam ekspose perkara yang dilakukan Cabjari Sanggau di Entikong melalui sarana elektronik via zoom.

"Program restorative justice ini diharapkan dapat bermanfaat dan menyatukan keluarga PS dan MMS. Kini PS bisa beraktivitas seperti semula dan diingatkan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi kepada istri dan anak,"pungkas Rudy. (Can)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

DPRD Sanggau Sahkan APBD 2023 Sebesar Rp1,8 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 20:43 WIB

KPU Sanggau Tawarkan Opsi Penambahan Dapil Pileg 2024

Jumat, 25 November 2022 | 12:23 WIB

DPRD Sanggau Peringkat 4 KIBP se-Kalbar

Rabu, 23 November 2022 | 16:01 WIB

KORMI Sanggau Gelar Muskab, akan Pilih Ketua Umum

Selasa, 22 November 2022 | 14:00 WIB
X