• Rabu, 7 Desember 2022

Puisi-puisi Tri Hartati

- Minggu, 1 Maret 2020 | 15:10 WIB
07.-IMG_9247
07.-IMG_9247

Perjumpaan Lama

Kepada; Nano L. Basuki

Ke mana angin pergi?

Kurasakan tapi tak kunjung kulihat

Hampir sewindu barangkali

Dan tunas-tunas pohon saga terus bertumbuh

Berganti-ganti daun

Dan rantingnya berserakan

Surat kabar beribu berita, berganti setiap hari

Dan aku tahu engkau membacanya jua

Tapi entah duduk di mana sambil minum kopi, barangkali

Pontianak, Februari 2020

***


 

Rumah

Ketika senja merenda doa

Terdengar suara mengaji

Dari rumah berpelataran bunga anyelir

Angin mengetuk pintu

Mengabarkan gerimis malam ini akan turun

Tidak ada petir juga kilat yang ganas

Hanya sedikit angin kencang

Dan angin pun menunjuk kursi yang gagah

Untuk segera di pindahkan

Karena Malaikat sebentar lagi akan singgah

Pontianak, Februari 2020

***


 

Setia

Kutemui waktu yang berpakaian biru

Di ujung jalan itu

Kujabat tangannya erat; jangan kabarkan duka

Ambilah kekasihku jika aku siap

Karena aku sedang menyiapkan ribuan puisi

Simbol kesetiaan yang murni

Kuala Dua, Februari 2020

***


 

Februari I

(1)

Senja emas menyulap alam

Bulir padi di pinggir kota

Besok petani memanen pagi sekali

(2)

Hujan Februari indah sekali

Mengetuk pintu malam

Nyenyakkan tidur petani

(3)

Burung-burung pipit minta dibagi

Satu dua butir padi saja

Untuk dibawa pulang ke sarang

Menyuap anak-anak bayinya

Kuala Dua, Februari 2020

***


 

Februari II

(1)

Ada kenangan di langit

Saat awan-awan putih berarak

Tercium aroma lumpur

Dan bulir padi yang bernas

Juga lumbung padi yang hangat

(2)

Ada kenangan di langit

Saat awan-awan menghitam

Tercium aroma hujan menyiram bulir padi

Yang telah menua

(3)

Ada kenangan di langit

Saat bintang-bintang menampakan wajahnya

Sebuah teras rumah yang beraroma bulir padi

Terang oleh nyala lentera

Kuala Dua, Februari 2020

***


 

Februari III

(1)

Aku menamainya kenangan

Sebelum hujan menghapus ingatan

Dan jelas saja aku ingat

Kaki-kaki bocah

Yang berlumpur di halaman sekolah

(2)

Aku menamainya kenangan

Dan aku yakin hujan tak akan kejam

Menghapus jejak kaki bocah

Tanpa sepatu menuju rumah

Tak jauh dari pematang sawah

(3)

Aku menamainya kenangan

Kuku-kuku hitam diujungnya

Karena lumpur mengajaknya bergelut

Sampai hampir petang

Kuala Dua, Februari 2020

 

Penulis:

Tri Hartati, anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Kal-Bar. Puisinya terbit di Dinamikanews, Redaksi Apajake, Pontianak Post, Suara Pemred, dan koran Malaysia, Utusan Borneo. Bersama para penulis Kal-Bar menerbitkan buku antologi puisi Bayang-bayang Tembawang (Pijar 2015),  dan antologi cerpen bersama teman-teman FLP Kal-Bar Mutiara Cinta di Pelangi Khatulistiwa (Stain Press 2013), Langit Bumi Arwana (Pijar 2015). Novelnya “Kejora di Langit Senja” sebagai juara 2 Sayembara Penyusunan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Membaca Lanjut Balai Bahasa Kal-Bar (2019). Penulis dapat dihubungi melalui email: zhenli_yan1120@yahoo.com atau WA: 085291478387, Instagram: @hoshikokalea.

Editor: Kristiawan Balasa

Tags

Terkini

Puisi-puisi Ilham Setia

Minggu, 5 Juli 2020 | 10:20 WIB

Sehimpun Puisi Anugrah Gio Pratama

Minggu, 7 Juni 2020 | 11:05 WIB

Sehimpun Puisi Tri Hartati

Minggu, 17 Mei 2020 | 09:11 WIB

Sehimpun Puisi Syamsul Bahri

Minggu, 3 Mei 2020 | 07:39 WIB

Puisi-puisi Tri Hartati

Minggu, 1 Maret 2020 | 15:10 WIB

Sehimpun Puisi Dodi Goyon

Minggu, 9 Februari 2020 | 12:52 WIB

Sehimpun Puisi Ilham Setia

Minggu, 2 Februari 2020 | 10:44 WIB
X