• Senin, 3 Oktober 2022

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Apresiasi Pengembangan Kratom sebagai Komoditas Ekspor

- Senin, 8 Agustus 2022 | 20:43 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memimpin pertemuan dengan asosiasi kratom, asosiasi dagang dan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (8/8/2022),  (KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memimpin pertemuan dengan asosiasi kratom, asosiasi dagang dan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (8/8/2022), (KSP)

JAKARTA, insidepontianak.com - Kantor Staf Presiden mengapresiasi kerja sama pengembangan kratom sebagai tanaman herbal komoditas ekspor.

Pengembangan kratom sebagai tanaman herbal komoditas ekspor diinisiasi American-Indonesian Chamber of Commerce, American Kratom Association (AKA) dan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH).

Kratom merupakan tanaman tropis yang banyak ditemui di wilayah Malaysia, Thailand dan Indonesia serta dapat dijadikan sebagai pengobatan herbal.

Baca Juga: Disperpusip Pontianak Perluas Akses Pengetahuan Difabel lewat Inovasi APBB-DPA 

“Kratom bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi. Menjadikan kratom sebagai komoditas ekspor sangat dimungkinkan untuk dilakukan, karena dalam Permendag No. 18 tahun 2021, kratom tidak termasuk barang yang dilarang ekspor,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima asosiasi dagang dan pejabat tinggi AS di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin.

Di Indonesia, kratom dibudidayakan masyarakat Kalimantan Barat sejak 2010. Saat ini, luas lahan kratom di Kalimantan Barat adalah seluas 11.384 Ha dan tersebar di 23 kecamatan dan 282 desa.

Dia mengatakan kratom merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup besar dan berpotensi mendatangkan keuntungan ekonomi bagi negara, di mana hingga Juli 2021, jumlah ekspor kratom ke Amerika Serikat mencapai 400 ton.

Namun persoalannya Indonesia masih belum memiliki regulasi tentang tata niaga dan tata kelola kratom. Selain itu masih ada perbedaan pendapat tentang kratom, lantaran Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mengkategorikan kratom sebagai zat adiktif.

Baca Juga: Dewan Kalbar Ermin Elviani Kecewa Pelabuhan Kijing Berubah Nama Jadi Pelabuhan Tanjungpura

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenang Eril, Ridwan Kamil Posting Zara Masuk ITB

Kamis, 15 September 2022 | 11:06 WIB

Pakar Hukum Tegaskan Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Tepat

Minggu, 28 Agustus 2022 | 21:27 WIB
X