• Jumat, 12 Agustus 2022

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi Harap Tidak Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

- Minggu, 26 Juni 2022 | 21:04 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi saat sosialisasi tentang konsumen cerdas melalui BPOM Mobile di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26-6-2022).  (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)
Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi saat sosialisasi tentang konsumen cerdas melalui BPOM Mobile di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26-6-2022). (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)

MAKASSAR, insidepontianak.com - Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi berharap tidak ada kenaikan iuran jika BPJS Kesehatan menerapkan sistem kelas rawat inap standar (KRIS) pada bulan Juli 2022, khususnya bagi peserta Kelas III.

"Sistem itu 'kan masih sementara kami godok bersama BPJS Kesehatan. Silakan kalau memang pada akhirnya KRIS itu jadi satu pilihan. Akan tetapi, harapan saya kepada pemerintah untuk peserta BPJS kelas tiga tidak dinaikkan iurannya," kata Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26/6/2022).

Bukan tanpa alasan, menurut Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, peserta BPJS kelas tiga bisa digolongkan sebagai masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Massa GP Ansor Geruduk Holywings, Layangkan Somasi dan Desak Aparat Proses Hukum

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, jika sistem KRIS harus diterapkan, sebaiknya untuk kelas standar. Namun, tidak untuk golongan kelas tiga.

"Cuma kami hargai kesadaran mereka mau membayar sebagai peserta selama ini. Jadi, iuran ini memang akan menjadi masalah jika harus dinaikkan lagi," ujarnya.

Penerapan sistem KRIS ini, kata Kahfi, perlu sosialisasi agar bisa diterima baik di tengah masyarakat.

"Kadang sebuah kebijakan itu baik. Akan tetapi, karena kurang sosialisasi sehingga terjadi penolakan," katanya lagi.

Baca Juga: Sri Lanka Berjuang Pasokan Bahan Bakar Tersedia

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X