• Jumat, 12 Agustus 2022

Pemerintah Ekuador dan Pemimpin Adat Buka Perundingan di Tengah Gejolak Protes

- Minggu, 26 Juni 2022 | 20:14 WIB
Truk demonstran melewati blokade jalan yang terbakar saat menuju ibu kota Quito setelah seminggu protes terhadap kebijakan ekonomi dan sosial Presiden Guillermo Lasso, di Machachi, Ekuador 20 Juni 2022. (ANTARA/Reuters/Johanna Alarcon/as)
Truk demonstran melewati blokade jalan yang terbakar saat menuju ibu kota Quito setelah seminggu protes terhadap kebijakan ekonomi dan sosial Presiden Guillermo Lasso, di Machachi, Ekuador 20 Juni 2022. (ANTARA/Reuters/Johanna Alarcon/as)

QUITO, insidepontianak.com - Pemerintah Ekuador dan para pemimpin adat bertemu pada Sabtu (25/6/2022), untuk melakukan perundingan resmi pertama sejak protes massal dimulai dua minggu lalu, dan Presiden Guillermo Lasso kemudian melonggarkan tindakan pengamanan.

Demonstrasi, yang pecah pada 13 Juni lalu didorong oleh tuntutan kelompok pribumi untuk penurunan harga bahan bakar dan makanan, di antara tuntutan lainnya, telah menyebabkan setidaknya enam kematian warga sipil dan beberapa serangan terhadap pasukan keamanan.

Protes telah memperburuk permusuhan Lasso dengan majelis nasional, di mana anggota parlemen telah menolak dukungan program ekonomi utamanya pada saat berjuang untuk memerangi kekerasan yang dia tuduhkan terhadap geng narkoba.

Baca Juga: Fahri Hamzah Cermati Jeda Hasil Pilpres 2024 Bisa Timbulkan Dualisme Kepemimpinan Nasional

Majelis pada Sabtu malam akan bertemu untuk membahas pemecatan Lasso atas permintaan beberapa anggota parlemen oposisi, meskipun kelompok itu tampaknya tidak memiliki suara yang diperlukan untuk menyetujui tindakan semacam itu.

Setelah pembicaraan pada Sabtu, Lasso kemudian mengakhiri keadaan khusus di enam provinsi, seperti yang diminta oleh para pemimpin adat.

"Pemerintah menegaskan kembali kesediaan untuk menjamin terciptanya ruang perdamaian," kata kantor pers Lasso dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Targetkan 98 Persen Warga Kalbar Jadi Peserta Tahun 2024

Perwakilan hukum pemerintah, Fabian Pozo mengatakan kepada Majelis Nasional bahwa negara itu secara bertahap kembali normal dan pemerintah telah mendengarkan tuntutan yang sah dari para pengunjuk rasa.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X