• Jumat, 12 Agustus 2022

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani Menilai Adab Terima Kasih Dalam Politik Indonesia Mulai Hilang

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:15 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri acara wisuda Pondok Pesantren Riyadhussalam pimpinan KH Abdul Wahid, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri acara wisuda Pondok Pesantren Riyadhussalam pimpinan KH Abdul Wahid, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

JAKARTA, insidepontianak.com - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai adab berterima kasih dalam politik di Indonesia sudah mulai hilang, karena jarang sekali para pemimpin menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkannya.

"Dalam adab politik di Indonesia, jarang sekali para pemimpin kita menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkannya. Apalagi berterima kasih kepada partai yang telah mengangkat namanya," kata Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, saat menghadiri acara wisuda Pondok Pesantren Riyadhussalam pimpinan KH Abdul Wahid, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Menilik Andil Perempuan Desa Dalam Penguatan DRPPA hingga Penerapan UU TPKS

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pentingnya pendidikan akhlak dan adab dalam dunia pendidikan karena merupakan bekal penting untuk setiap murid jika nanti menjadi pemimpin di tengah masyarakat.

Menurut dia, sering sekali masyarakat mengesampingkan adab dan akhlak berterima kasih kepada siapa yang telah membesarkan, apalagi dalam dunia politik anomali tersebut sering terjadi.

Muzani menilai, tradisi politik yang tidak berterima kasih tersebut bukan menunjukkan suatu adab dan akhlak yang baik. Dia mengatakan, dalam tradisi politik Indonesia, terimakasih adalah suatu yang langka dan jarang dijumpai sehingga menjadi suatu hal yang mahal.

"Orang yang dibersarkan partai, justru bersaing dengan partai yang membesarkannya, bersaing demi jabatan-jabatan. Adab politik kita telah dijauhi oleh pelaku politik kita," ujarnya.

Baca Juga: Bus Masuk Jurang di Tasikmalaya, Kapolres Sebut Akibat Sopir Mengantuk

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X