• Minggu, 26 Juni 2022

Hasto Kristiyanto Sebut PDIP Tak Kerja Sama dengan PKS dan Demokrat

- Kamis, 23 Juni 2022 | 15:28 WIB
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ANTARA/HO-PDIP)
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ANTARA/HO-PDIP)

JAKARTA, insidepontianak.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa partainya sulit bekerja sama dengan PKS dan Partai Demokrat di Pemilu 2024.

"Kalau dengan PKS tidak," kata Hasto Kristiyanto ketika ditanya tentang kemungkinan PDIP bergabung dalam rencana koalisi NasDem dan PKS, di sela-sela Rakernas II PDIP Tahun 2021, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Hasto Kristiyanto lantas menyampaikan selamat atas kesepakatan antara PKS-NasDem untuk Pemilu 2024.

Baca Juga: Harga Komoditi Mulai Naik Jelang Idul Adha 1443, Begini Penjelasan Dinas Pangan Sanggau 

"Ya itu bagus sekali, ada partai yang secara dini sudah membangun koalisi antara NasDem-PKS. PDIP mengucapkan selamat atas koalisi NasDem dan PKS tersebut," kata Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto pun mengatakan bahwa PDIP tidak masuk ke dalam pusaran koalisi yang kini coba dibangun oleh parpol. 

Namun, kata Hasto, PDIP memiliki keyakinan bahwa jalan yang harus ditempuh saat ini adalah turun ke bawah dan menyerap aspirasi masyarakat.

Baca Juga: Kejari Tanibar Tetapkan Dua ASN sebagai Tersangka Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas

Setelah pertemuan PKS dan NasDem, rencananya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono akan menemui Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh untuk penjajakan komunikasi Pemilu 2024.

Hasto juga mengatakan PDIP juga sulit untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat

"Kalau saya pribadi sebagai sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," katanya.

Dia menjelaskan kultur pendukung PDIP sangat berbeda dengan Demokrat, dimana pendukung PDIP adalah wong cilik.

"Koalisi harus melihat emosional 'bonding' pendukung PDI, pendukung PDIP adalah rakyat wong cilik yang tidak suka berbagi bentuk kamuflase politik. Rakyat itu apa adanya, rakyat yang bicara dengan bahasa rakyat, sehingga aspek-aspek historis itu tetap dilakukan," kata Hasto. 

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Joko Widodo Hadiri KTT G7 di Jerman

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:24 WIB

Taiwan Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:24 WIB

AHY Ketemu Prabowo Subianto untuk Silaturahim

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:01 WIB
X