• Selasa, 28 Juni 2022

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid Apresiasi Rencana Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia

- Kamis, 23 Juni 2022 | 10:42 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid.  (ANTARA/HO-DPR RI)
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. (ANTARA/HO-DPR RI)

JAKARTA, insidepontianak.com - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengapresiasi rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia sebagai bukti Indonesia mendorong perdamaian dunia.

"Sebagai Ketua Komisi I DPR RI, saya menganggap tepat rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dalam kapasitas sebagai Presidensi (Keketuaan) G20 dan anggota the Champion Group of the United Nations’ Global Crisis Response Group (GCRG) ke Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia, akhir bulan Juni 2022," kata Meutya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menilai rencana pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta Presiden Rusia Vladimir Putin, merupakan langkah yang tepat untuk menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan dorongan untuk perdamaian.

 Baca Juga: Fakta Menarik Money Heist: Korea - Joint Economic Area, Adaptasi Serial Fenomenal asal Spanyol

Selain itu, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo sejalan dengan hasil-hasil rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri Indonesia. Komisi I DPR RI meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengintensifkan diplomasi pada tingkat tertinggi dalam mencari solusi atas konflik Rusia-Ukraina.

"Saya melihat ini juga sebagai sinergitas pemerintah dan parlemen dalam menentukan posisi Indonesia dalam diplomasi global khususnya terkait konflik Rusia-Ukraina," kata Politisi perempuan Partai Golkar itu.

Meutya berpandangan kunjungan Presiden Joko Widodo di tengah masa sulit ini mencerminkan politik luar negeri (polugri) RI yang bebas aktif dalam ikut berkontribusi terhadap pencarian solusi damai atas konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Syarif Puji Sikap Sportif Sukiryanto Mundur Calon Ketua PWNU Kalbar 

"Kunjungan ini juga mencerminkan posisi dasar Indonesia yang imparsial dan mengedepankan dialog dan perundingan dalam penyelesaian sengketa ketimbang jalur militer dan peperangan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Tiba di Jerman Hadiri KTT G7

Senin, 27 Juni 2022 | 07:54 WIB

KPU Ajak Warga Download Aplikasi Lindungi Hakmu

Minggu, 26 Juni 2022 | 21:22 WIB

Presiden Joko Widodo Hadiri KTT G7 di Jerman

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:24 WIB
X