• Senin, 8 Agustus 2022

Akademisi Tekankan Regulasi Lawan Sebaran Radikalisme Perlu Diperkuat Lagi

- Rabu, 8 Juni 2022 | 19:08 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UMM) Lampung Jazim Ahmad. (ANTARA/HO-PMD BNPT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UMM) Lampung Jazim Ahmad. (ANTARA/HO-PMD BNPT)

JAKARTA, insidepontianak.com - Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UMM), Lampung, Jazim Ahmad, mengatakan perlunya pemerintah memperkuat regulasi yang mengatur penindakan tegas terhadap oknum yang menyebarkan radikalisme dan ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

“Ini perlu diarahkan ke sana, untuk adanya perubahan regulasi guna meningkatkan kewenangan penuh untuk melakukan penindakan terhadap kelompok yang membawa ideologi radikal, jadi harus ada perubahan peraturan," ujar Jazim Ahmad, dałam siaran pers Pusat Media Damai Badan Nasional Penanggulangan Terrorisme (PMD BNPT), Rabu (8/6/6/2022).

Hal ini terkait dengan maraknya kelompok-kelompok yang menyatakan diri baik secara terang-terangan sebagai simpatisan khilafah maupun melalui kampanye terselubung lewat dunia maya. Kelompok ini kerap berlindung dibalik hak asasi manusia dalam aksinya. Seperti video konvoi dari Khilafatul Muslimin yang viral.

Baca Juga: BNPT Ungkap Pola Khilafatul Muslimin Sebarkan Ideologi Khilafah

“Itu kebebasan yang kebablasan, jadi merasa dia bebas menyampaikan segala-galanya, maka sampai terjadi seperti itu, barangkali ia merasa bebas sebebas-bebasnya menyampaikan hal seperti itu dan melakukan aksi seperti itu,” jelasnya.

Pria yang juga Ketua Pimpinan Wilayah XI Tapak Suci Putera Muhammadiyah Lampung ini juga mengkhawatirkan aksi-aksi kelompok radikal saat ini kerap menargetkan kaum pemuda dalam rangka kaderisasi dan menjaring partisipan.

Oleh karenanya, pemberantasan paham radikalisme dan terorisme harus ditindak tegas melalui regulasi yang masif dan ketat. Pelarangan dan pembubaran ormas menurutnya tidak cukup dan bukan menjadi solusi, karena ideologi-nya terus berkembang di akar rumput bahkan berkamuflase di tengah masyarakat.

Baca Juga: Sidang di Wina, BNPT Tawarkan Tiga Cara Atasi Kejahatan Transnasional

"Seperti mencabut alang-alang tapi akarnya masih ada, nah itu di bawahnya masih bergerak. Jadi perlu dituntaskan sampai akarnya, loyalis-nya juga saya rasa masih banyak, ini pekerjaan berat dan butuh waktu," ujarnya.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pawai Kebudayaan Betawi Iringi PKS Daftar ke KPU RI

Senin, 1 Agustus 2022 | 09:58 WIB
X