• Selasa, 17 Mei 2022

Pengamat Politik : Pilgub Kalbar, Publik Butuh Gagasan Tajam Bukan Politik Reaksioner

- Minggu, 15 Mei 2022 | 11:38 WIB
Ireng Maulana (fb/Ireng Maulana)
Ireng Maulana (fb/Ireng Maulana)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Polemik Gubernur Sutarmidji dan Ketua DPD Partai PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Lasarus menunjukan suhu politik hangat di Pilgub Kalbar.

Disebut suhu politik hangat Pilgub Kalbar, karena baik Gubernur Sutarmidji maupun Ketua DPD DPI Perjuangan Kalbar, Lasarus, kedua elite yang berkepentingan mulai saling manuver lempar sindiran. Makanya pesan yang tiba ke publik, lebih dalam tampilan gaduh dan polemik dan ini bisa dibilang membuat suhu politik hangat menjelang Pilgub Kalbar.

Sebagaimana diketahui, polemik Gubernur Sutarmidji dan Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Lasarus terjadi saat rombongan PDI Perjuangan dicegat saat melintas jalan rusak Siduk-Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Kamis (12/5/2022). Tapi bagi Gubernur Sutarmidji menuding kejadian tersebut setingan. Tak heran, polemik itu, publik menganggap suhu politik hangat Pilgub Kalbar.

Pengamat Politik Universitas Tanjungpura, Ireng Maulana menilai, polemik dua tokoh elite politik Kalbar tersebut dianggap masih terlalu pagi untuk beradu kampanye negatif. Sebab, dia khawatir publik tidak tertarik dengan pertengkaran yang terlalu dini tanpa bobot substansi yang bermanfaat untuk pendidikan politik masyarakat.

"Sudahi saja saling sindir tanpa didahului dengan kerapian memperlihatkan karya masing-masing," kata Ireng Maulana.

Baca Juga: Sukiryanto Tarik NU Dalam Pusaran Politik

Seharusnya, elite politik jauh lebih cerdas untuk mengemas tampilan citranya yang sejati. Jika memang berniat maju, perlihatkan keseriusan memberi opsi kepemimpinan masa depan.Manuver saling lempar boleh saja dikerjakan. Tapi, belum tentu penting.

Sebab, kata Ireng, kalau elite politik daerah ingin mendorong diri mereka selangkah lebih maju, maka seharusnya memperkuat politik gagasan. Sebaliknya, jika masih bertahan dengan berpolitik praktis cara lama, maka pesan yang tiba tampilan gaduh dan polemik.

Namun dimata publik, mereka berharap elite politik di daerah lebih menjual ketajaman gagasan dan ide yang otentik. Karena, dengan itu kapasitas mereka dapat diukur. Apalagi, jika melihat pekerjaan kemajuan dimasa depan. Hal tersebut akan jadi pembeda calon pemimpin daerah nanti.

"Bukan gimmick, sindiran, apalagi isu dangkal. Sejak sekarang, gagasan harus di adu karena
publik menunggu pikiran pemimpin mereka sejak awal bukan di waktu injury time pemenangnya, " terangnya.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Terkini

Usman Pimpin Demokrat Sanggau

Minggu, 15 Mei 2022 | 12:43 WIB

Prabowo Subianto Dipastikan Maju Pilpres 2024

Senin, 25 April 2022 | 10:57 WIB

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo dan Anies

Rabu, 29 Desember 2021 | 18:07 WIB
X