• Sabtu, 21 Mei 2022

PT Kalbe Morinaga dan Nutritionals Selama Produksi Bahan Baku Masih Impor Jadi Sorotan Anggota DPR

- Jumat, 13 Mei 2022 | 13:20 WIB
Anggota Komisi VII DPR Sartono memimpin pertemuan Tim Kunker Reses Komisi VII DPR dengan jajaran direksi PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals di Cikampek. (dpr.go)
Anggota Komisi VII DPR Sartono memimpin pertemuan Tim Kunker Reses Komisi VII DPR dengan jajaran direksi PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals di Cikampek. (dpr.go)

JAKARTA, insidepontianak.com – PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals diketahui ternyata selama ini memproduksi produk farmasi, masih bergantung dari bahan baku impor.

PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals merupakan perusahaan farmasi terbesar di ASEN dan berbasis di Indonesia ini butuh kordinasi dan kerjasama yang lebih kuat dari pemerintah, bagaimana memajukan dunia farmasi tanah air. Melepas ketergantungan bahan baku dari impor.

Karena diyakini, PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals selama bahan kaku sebagian besar masih impor, selain produk yang dijual mahal juga bisa menyebabkan produk yang dihasilkan juga langka.

Anggota Komisi VII DPR, Sartono menyampaikan ke depannya perlu dilakukan rapat lintas komisi dan kementerian, untuk mendalami bagaimana respon dan solusi terhadap temuan-temuan tersebut karena dapat menghambat produksi dan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: DPR Minta Tata Kelola Tambang Pasir Laut Tidak Tumpang Tindih

“Kami juga menemukan selain harga tinggi, tapi juga langka. Salah satunya nanti kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian karena terkait dengan salah satu bahan baku yang cukup banyak diimpor, yaitu susu,” jelas Sartono, ketika memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR dengan jajaran direksi PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022), dikutip insidepontianak dari dpr.go.

Selain permasalahan impor, Sartono juga menyoroti permasalahan daya beli masyarakat yang cenderung menurun saat ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sartono menyampaikan, hal tersebut merupakan salah satu imbas dari terjadinya inflasi.

“Dalam dua tahun ini pemerintahan agar fokus terhadap sektor-sektor tertentu guna mengatasi menurunnya daya beli masyarakat, khususnya terhadap produk pangan,” papar Sartono.

Politisi Partai Demokrat itu juga mendukung PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals dalam berbagai program dan produk yang dihasilkan untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan stunting.


Sartono meminta ada kerja sama lintas kementerian dan instansi untuk mengatasi masalah stunting di tanah air.

“Agar dilakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang memiliki kasus stunting sehingga dapat dilakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memproduksi makanan untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi dan mengatasi stunting,” papar Sartono.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: dpr.go.id

Tags

Terkini

Usman Pimpin Demokrat Sanggau

Minggu, 15 Mei 2022 | 12:43 WIB
X