• Sabtu, 21 Mei 2022

Podcast Deddy Corbuzier Tema LGBT Bertentangan dengan Pancasila Dikritik DPR

- Rabu, 11 Mei 2022 | 14:01 WIB
Pasangan LGBT, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert asal Jerman yang dihadirkan Deddy Corbuzier   (Instagram @mastercorbuzier)
Pasangan LGBT, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert asal Jerman yang dihadirkan Deddy Corbuzier (Instagram @mastercorbuzier)

JAKARTA, insidepontianak.com - Anggota Komisi 1 DPR Jazuli Juwaini mengkritik Podcast Deddy Corbuzier mengangkat tema LGBT dan dianggap memberi ruang ‘kampanye’ bagi pelaku seks menyimpang tersebut. Deddy sendiri akhirnya men-takedown video podcast nya tersebut.

Anggota Komisi 1 DPR, Jazuli Juwaini menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku dan perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT di Indonesia. Ia juga menyesalkan atas aksi dari Podcast Deddy Corbuzier dan akhirnya menuai polemik yang meluas di masyarakat Indonesia.

Artinya, Anggota Komisi 1 DPR, Jazuli Juwaini menyesalkan publik figur seperti Deddy Corbuzier memberi ruang bagi pelaku LGBT untuk leluasa mengekspresikan dan mengeksplorasi paham seks menyimpang mereka untuk dikonsumsi publik.

“Stop memberi ruang bagi pelaku LGBT di negara kita, apalagi sampai diekspos di ruang publik, didengar dan dilihat masyarakat luas terutama generasi muda bangsa,” kata Jazuli, dikutip insidepontianak dari parlementaria, Rabu (11/5/2022).

Apalagi Deddy selama ini dikenal memiliki follower yang besar, mestinya fokus bantu negara mengedukasi masyarakat dengan konten-konten yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: Anggota DPRD Sambas Dukung Pembangunan Masjid Al-Shanty, Idaliati: Siap Bantu

“Yang jelas-jelas melanggar Pancasila dan konstitusi negara seperti LGBT jangan dong diberi ruang. LGBT jelas bertentangan dengan identitas dan karekter bangsa sebagai negara yang beragama dan berbudaya luhur,” tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Karena, sekali masyarakat permisif dan memberi ruang bagi mereka, selanjutnya mereka leluasa berbicara ke publik bahkan mengkampanyekan perilakunya. Akhirnya paham menyimpang itu lambat laun akan diikuti banyak orang.

“Itu kekuatan repetisi dari media publik. Sesuatu yang diulang-ulang, menjadi biasa, lalu dimaklumi, dan akhirnya ditiru. Mestinya public figure paham itu,” saran Jazuli.

Untuk itu, Anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Banten II ini menegaskan pilihannya cuma satu untuk konten LGBT di podcast milik Deddy Corbuzier tersebut: take down! Diketahui Deddy sendiri yang men-take down videonya dan diikuti permintaan maaf, klarifikasi, dan edukasi bahaya LGBT. Jazuli berharap hal ini tidak terulang lagi oleh content creator lain dan media manapun.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: DPR RI

Tags

Terkini

Usman Pimpin Demokrat Sanggau

Minggu, 15 Mei 2022 | 12:43 WIB
X