• Rabu, 30 November 2022

Dr Netty Herawaty Nilai Kesadaran dan Literasi di Media Sosial Penting

- Kamis, 15 September 2022 | 10:24 WIB
Pengamat Komunikasi dari Fisipol Untan, Dr Netty Herawati, M, Si  (ANTARA/Dedi)
Pengamat Komunikasi dari Fisipol Untan, Dr Netty Herawati, M, Si (ANTARA/Dedi)

JAKARTA, insidepontianak.com - Pengamat Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Tanjungpura, Pontianak, Dr Netty Herawaty menyatakan pentingnya kesadaran dan pemahaman literasi kepada generasi muda terkait penggunaan media sosial.

"Karena saat ini kondisi di media sosial sudah sangat memprihatinkan, sudah tidak ada lagi kesopanan dan etika. Semua orang bisa dengan bebas menyebarkan apa saja tanpa adanya saringan," kata Dr Netty Herawaty di Pontianak, terkait penggunaan media sosial yang semakin marak saat ini, Kamis.

Sehingga, menurut Dr Netty Herawaty, perlu memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana caranya mengedepankan etika dalam bermedia sosial yang baik dan bijak, dan juga agar tidak sampai sebagai penyebar hoaks atau informasi bohong.

Baca Juga: Penampilan Apik Bek Veteran Inter Milan Acerbi Dipuji Pemain Legenda AC Milan 

Mengingat berdasarkan data, penduduk Indonesia termasuk menjadi pengguna media sosial terbesar di dunia. Indonesia juga bahkan menjadi produsen hoaks, kata Dr Netty Herawaty menambahkan.

"Saya masih melakukan pengamatan, apakah hoaks menjadi bagian dari sikap protes, sehingga produksi hoaks termasuk banyak di Indonesia. Harus kita cari bersama-sama akar masalahnya," kata Dosen Ilmu Komunikasi Fisipol Untan itu.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalbar, Brigjen (Pol) Rudi Tranggono mengajak masyarakat di provinsi itu agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh informasi bohong atau hoaks.

"Masyarakat sekarang harus bijak dalam bermedia sosial, karena banyak sisi negatifnya kalau tidak bisa memfilter, maka akan dengan mudah terprovokasi oleh hoaks," katanya.

Dia menegaskan saat ini banyak sekali informasi bohong yang beredar di media sosial atau sejenisnya, sehingga masyarakat harus bisa membedakan mana yang informasi benar atau bohong.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Unisma KKN PPM di Thailand

Selasa, 22 November 2022 | 12:43 WIB

Unisma Resmikan Laboratorium Terpadu dan Sport Center

Senin, 21 November 2022 | 16:13 WIB

Unisma Mewisuda 1.635 Mahasiswa

Minggu, 30 Oktober 2022 | 14:23 WIB

Unisma Salurkan Bantuan Banjir Lewat LPBI NU

Jumat, 28 Oktober 2022 | 15:10 WIB

Unisma Malang Raih Akreditasi Unggul

Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:14 WIB

Rektor Unisma Tegaskan Santri Harus Bersikap Moderat

Senin, 24 Oktober 2022 | 15:18 WIB

Fakultas Kedokteran Unisma Lantik 17 Dokter Muslim

Senin, 17 Oktober 2022 | 16:41 WIB
X