• Rabu, 5 Oktober 2022

Makna Sebilah Keris: Wujud Nilai Gotong Royong dan Laku Kesalehan Sosial

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:20 WIB
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar (tengah) dan pencinta keris Rachmad Resmiyanto menjadi pembicara pada sarasehan tentang keris yang digelar oleh Paguyuban Tosan Aji Singowulung, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2022) (ANTARA/Masuki M. Astro)
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar (tengah) dan pencinta keris Rachmad Resmiyanto menjadi pembicara pada sarasehan tentang keris yang digelar oleh Paguyuban Tosan Aji Singowulung, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2022) (ANTARA/Masuki M. Astro)

BONDOWOSO, insidepontianak.com - Keris merupakan warisan leluhur bangsa Nusantara yang hingga detik ini tetap lestari. Keris telah membuktikan bahwa ia mampu menahan "hantaman" arus modernisasi, dalam bentuk dan narasi apapun.

Selama ini, keris masih dikaitkan dengan hal mistis, supranatural, kuno, sehingga dinilai tidak layak untuk digeluti oleh generasi muda, apalagi kaum milenial sebagai warisan leluhur bangsa.

Bahkan, keris telah masuk dalam bagian narasi negatif dalam kacamata agama. Keris sebagai warisan leluhur bangsa, dianggap sebagai benda yang membawa kita pada kemusyrikan atau tindakan menyekutukan Tuhan.

Baca Juga: Tes Fokus: Bebek-bebek Ini Menipu! Cari Beruang Kutub dalam Kumpulan Gambar dalam Waktu 10 Detik, Bisa?

Pokoknya, sangat lengkap konotasi negatif yang dilekatkan pada warisan leluhur bangsa, benda yang terbuat dari besi dan baja, kadang dengan campuran batu meteor itu.

Para pencinta keris menggelar sarasehan sebagai upaya untuk melestarikan warisan leluhur bangsa dan budaya adiluhung Nusantara itu pada Sabtu (30/7/2022).

"Sarasehan Budaya dan Gelar Tosan Aji" yang digelar oleh Paguyuban Tosan Aji Singowulung, Bondowoso, Jawa Timur, itu menghadirkan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar dan pecinta keris Rachmad Resmiyanto, yang juga dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai pembicara.

Bagi orang Jawa masa dulu, bahkan "Jawi" (sebutan untuk Nusantara kuno), keris adalah perangkat diri yang tidak terpisahkan dalam keseharian. Keris selalu membersamai warga masyarakat di manapun berada. Keris tidak beda dengan perangkat telepon seluler atau ponsel bagi masyarakat modern saat ini.

Baca Juga: Dokter Gizi Beri Saran Konsumsi Buah Minimal Tiga Porsi Sehari

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksara Kawi Masuk Unicode, PANDI Sambut dengan Baik

Kamis, 8 September 2022 | 16:21 WIB

Unisma Siapkan Mahasiswa Berdaya Saing Internasional

Kamis, 1 September 2022 | 13:38 WIB
X