• Rabu, 5 Oktober 2022

Protes! #ByeIkatanCinta, Dimana Nalar Penonton Sinetron?

- Minggu, 17 April 2022 | 16:59 WIB
Amanda-Manopo-dan-Arya-Saloka-Andin-dan-Aldebaran-berpisah
Amanda-Manopo-dan-Arya-Saloka-Andin-dan-Aldebaran-berpisah

JAKARTA, insidepontianak.com - Penggemar sinetron “Ikatan Cinta” marah-marah. Plot cerita memisahkan tokoh Aldebaran dan Andin. Bingung membedakan mana realitas, mana hidup di televisi.

Mereka-mereka ini bisa dibilang fans garis keras Ikatan Cinta. Tak pernah absen mengikuti sinetron yang sebenarnya jalan ceritanya begitu-begitu saja.

Bagi para penempuh ‘jalan ninja’ Ikatan Cinta, akhir yang bahagia kedua tokoh pujaan mereka menjadi harga mati. Begitu kedua tokoh dipisahkan, ancaman boikot menonton sinetron menggema.

Hari ini #ByeIkatanCinta hinggap di 5 besar topik pembahasan Twitter paling berisik. Isinya kebanyakan para penggemar yang patah hati karena alur cerita Ikatan Cinta memisahkan kedua tokoh utamanya.

Salah satu akun Twitter Dyaaar @vercdyar menulis bagaimana kecewanya dia melihat adegan Aldebaran dan Andin berpisah di bandara.

Aldebaran Alfahri ketika mengucap kata JANJI pasti dia TEPATI..”

“Tapi jangan jahat-jahat banget kalo bikin cerita, ini pake segala pesawat hilang kontak segala..”

Aldebaran yang hilang, bukan cuma Andin yang merasa kehilangan.”

Ada juga  komentar kocak yang berempati luar biasa pada tokoh Andin yang hatinya hancur ditinggal Al. Akun yang merasa paling paham perasaan Andin itu, menulis begini:

Nyawa IC (Ikatan Cinta) itu ada pada Aldebaran dan Andin yaitu Arya dan Amanda. Kalau salah satu dari mereka ngga ada kita yang nonton tuh berasa kayak bukan IC lagi. Apalagi di tengah-tengah alur yang makin hmm.. Sepertinya aku sudah nggak kuat nonton-nya juga.. aku kasihan sama pemilik raga Andin. Tulis akun @SenyummanisAldebaran.

Adegan dada-dadaan Andin dan Aldebaran di bandara, membuat mereka muak. Ikatan Cinta kata mereka, kehilangan arah bahkan kehilangan orang-orang yang setia.

Mereka mungkin lupa, realitas sinetron tergantung pada selera penulis skenario. Selera penulis skenario bergantung pada ‘juragan’ penyedia kocek produksi dan stasiun televisi.

Terus terang saya malas menelisik motif juragan dan stasiun televisi memisahkan Andin-Aldebaran. Sebab penyelidikan itu sama sekali tidak mengubah kenyataan bahwa menjelang Lebaran orang semakin sulit membeli bahan pokok. Nggak ngaruh blas!

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pernah melakukan survei terkait kualitas tontonan di televisi. Hasilnya, kualitas sinetron berada di urutan kedua paling bawah. Satu tingkat di atas siaran gosip infotainment.

Sebagai produk ‘sampah’ mengapa sinetron tetap banyak ditonton orang?

Ada banyak alasan. Salah satunya, tidak adanya pilihan tontonan berkualitas pada waktu prime time TV.

Tapi semua kan sudah kadung. Telanjur. Perusahaan TV menerima laporan bahwa sinetron memiliki jumlah penonton banyak sehingga menempatkannya di jam tayang premium.

Mereka juga pasti ogah berjudi menempatkan acara yang belum pasti penontonnya, siar di jam-jam yang menjadi incaran para pemasang iklan.

Alasan lainnya, penonton kita mayoritas fanatik pada sinetron yang disukai. Tak peduli jalan ceritanya cuma bolak-balik di seputar (adegan) banting gelas, selingkuh, dan pamer harta kekayaan.

By the way, seruan boikot #ByeIkatanCinta di twitter tidak bakal mewujudkan aksi nyata -misal- para penontonnya berhenti menyaksikan sinetron. Akan muncul sinetron pengganti yang jalan ceritanya tidak kalah menjemukan. Dan penonton tutup mata tidak peduli.

Kita tunggu hastag berisik para penyuka sinetron lainnya di twitter: #hallonewIkatanCinta. (*)

 

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

Benarkah Indonesia Dijajah 350 Tahun?

Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:10 WIB

Investasi Menjanjikan dari Limbah Sabut Kelapa

Rabu, 15 Juni 2022 | 16:52 WIB

Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air pada Anak

Rabu, 11 Mei 2022 | 12:54 WIB

Islam, Pluralisme dan Multikulturalisme

Kamis, 5 Mei 2022 | 08:34 WIB

Dubes Ukraina, Apa Anda Paham Etika Diplomasi?

Selasa, 8 Maret 2022 | 15:59 WIB
X