• Jumat, 2 Desember 2022

Akibat Gas Air Mata Penonton Keluar dari Satu Pintu, Hal itu Sebabkan Penonton Berdesakan dan Terinjak

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:39 WIB
Rusuh Laga Arema FC dan Persebaya Surabaya (Twitter.)
Rusuh Laga Arema FC dan Persebaya Surabaya (Twitter.)

 

MALANG, insidepontianak.com - Diduga akibat gas air mata penonton keluar dari satu pintu di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kepanikan sebabkan penonton berdesakan dan terinjak injak.

Padahal, penggunaan gas air mata sudah dilarang oleh FIFA. Kepanikan akibat gas air mata penonton keluar dari satu pintu di tribun penonton, sehingga berakibat fatal.

Kepanikan sebabkan penonton berdesakan dan terinjak injak, sehingga membuat korban banyak yang meninggal.

Baca Juga: PSSI Evaluasi Liga 1 Indonesia, Laga Arema FC dan Persebaya Terburuk Sejarah Sepak Bola Indonesia

Kondisi itu sebabkan Kerusuhan sepak bola Arema FC dan Persebaya menyebabkan sebanyak 129 orang meninggal. Jumlah ini bisa terus bertambah.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur terjadi pasca Laga BRI Liga 1 Indonesia antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3.

Sebanyak 129 orang dikabarkan meninggal akibat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan dan 180 orang lainnya masih dalam perawatan pada laga Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan menjadi sejarah baru dalam dunia olaraga sepak bola, antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Tidak terima kekalahan, suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya, dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X