• Rabu, 7 Desember 2022

Surat Terbuka Kritik Polisi: Harusnya Tak Gunakan Gas Air Mata Tangani Kerusuhan Arema FC dan Persebaya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:48 WIB
Buntut Ricuh Suporter Usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya, Liga 1 Disetop Sementara. (twitter/@akmalmahari). (Twitter)
Buntut Ricuh Suporter Usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya, Liga 1 Disetop Sementara. (twitter/@akmalmahari). (Twitter)

MALANG, insidepontianak.com - Sebuah surat terbuka kritik polisi, tangani kerusuhan sepak bola, harusnya tak gunakan gas air mata tangani kerusuhan Arema FC dan Persebaya.

Adanya surat terbuka kritik polisi tersebut, diupload netizen yang sesalkan, harusnya tak gunakan gas air mata tangani kerusuhan Arema FC dan Persebaya.

Netizen yang upload surat terbuka kritik polisi itu menyebut, polisi tak paham prosedur penanganan kerusuhan sepak bola, harusnya tak gunakan gas air mata tangani kerusuhan Arema FC dan Persebaya.

Baca Juga: Supporter Arema Lempari Pemain dan Official Persebaya di Kendaraan Barracuda

Netizen dengan akun @nadhiraqn, mempertanyakan prosedur yang dilakukan polisi dalam penanganan kerusuhan Arema FC dan Persebaya.

"Harusnya sudah beberapa tahun lalu pihak keamanan mengetahui bahwa penggunaan gas air mata merupakan pelanggaran kode keamanan FIFA.

Ia mempertanyakan pihak keamanan yang berjaga, apakah dibekali kemampuan untuk mengelola massa? Atau cuma bermodalkan kekerasan dan arogansi.

Polisi dianggap tidak belajar dari kasus sebelumnya. Lalu, ketika supporter lari ke lapangan untuk menyelamatkan diri, mengapa polisi memukuli supporter. Padahal, supporter lari ke lapangan untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga: Buntut Rusuh Laga Arema FC dan Persebaya, PSSI Larang Arema FC Jadi Tuan Rumah hingga Akhir Musim

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X