• Rabu, 7 Desember 2022

PBB Rilis Laporan Tentang Pembunuhan Perempuan dan Anak: Rata-Rata Tewas di Tangan Anggota Keluarga Sendiri!

- Kamis, 24 November 2022 | 19:23 WIB
Foto ilustrasi/Towfiqu barbhuiya/www.pexels.com
Foto ilustrasi/Towfiqu barbhuiya/www.pexels.com

PONTIANAK, insidepontianak.com- PBB merilis laporan terbaru tentang femisida yakni pembunuhan terhadap perempuan.

Sepanjang 2021, rata-rata lebih dari lima perempuan atau anak perempuan tewas di tangan anggota keluarga mereka sendiri.

Laporan tentang pembunuhan terhadap perempuan ini berasal dari Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dan Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women), muncul menjelang Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan Internasional pada 25 November 2022.

Baca Juga: Bupati Darwis Ajak Ormas Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Menurut laporan PBB, secara global tahun lalu, sekitar 45.000 perempuan dan anak perempuan atau 56 persen dari 81.000 kasus pembunuhan terhadap perempuan disengaja dilakukan oleh pasangan intim atau anggota keluarga lainnya.

Dengan kata lain, laporan PBB tentang pembunuhan terhadap perempuan itu mengindikasikan bahwa rumah bukanlah tempat yang aman bagi perempuan dan anak perempuan.

Melansir antaranews.com, Kamis (24/11/2022), angka yang dirilis berdasarkan laporan PBB itu menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, secara komprehensif jumlah pembunuhan terhadap perempuan sebagian besar tidak berubah.

"Di balik setiap statistik femisida ada cerita individu perempuan atau anak perempuan yang kandas. Kematian ini bisa dicegah," kata Direktur Eksekutif UN Women Sima Bahous.

Direktur Eksekutif UNODC Ghada Waly mengatakan, tidak ada perempuan atau anak perempuan yang harus takut akan kehilangan nyawa karena jati diri mereka.

"Untuk menghentikan semua bentuk pembunuhan gender terhadap perempuan dan anak perempuan, kami perlu menghitung setiap korbannya, di mana saja dan memperbarui pemahaman tentang risiko dan pemicu femisida, sehingga kita dapat merencanakan pencegahan dan respons peradilan pidana yang lebih baik dan lebih efektif," ujar Ghada Waly.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wilayah Jember Dilanda Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:21 WIB
X