• Rabu, 7 Desember 2022

Indonesia dan Singapura Tingkatkan Kerja Sama Manajemen Keimigrasian

- Rabu, 23 November 2022 | 19:10 WIB
 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly (kanan) berdialog dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng di Jakarta, Rabu (23/11/2022). ( Antara/Humas Kemenkumham)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly (kanan) berdialog dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng di Jakarta, Rabu (23/11/2022). ( Antara/Humas Kemenkumham)

  JAKARTA, insidepontianak.com - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Singapura terus meningkatkan kerja sama bilateral dalam hal manajemen keimigrasian, hukum dan kekayaan intelektual.

"Di bidang keimigrasian, Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama yang meliputi manajemen perbatasan dan izin imigrasi," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Saat ini, kata Yasonna, Singapura sudah menjadi subjek Visa on Arrival (VoA) setelah meredanya pandemi COVID-19. Kedua negara berharap dapat melanjutkan kerja sama terutama dalam program peningkatan kapasitas keimigrasian.

Selain keimigrasian, Indonesia dan Singapura juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang lain yang menjadi tugas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) misalnya tentang kekayaan intelektual, masalah hukum perdata, serta dalam forum Menteri Hukum ASEAN.

"Dukungan Singapura untuk Indonesia yang akan menjadi Ketua ASEAN tahun 2024 menjadi salah satu bentuk kolaborasi erat," kata Yasonna.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Warga Kampung Rawacina Dirikan Tenda di Tanah Kuburan, Mengaku Tidak Ada Lagi Tempat Mengungsi

Peningkatan kerja sama bilateral itu menyusul penandatanganan perjanjian ekstradisi antara Singapura dan Indonesia di awal tahun 2022.

"Kami menandatangani Memorandum of Understanding on Indonesia-Singapore Extradition Agreement pada 25 Januari 2022 sebagai komitmen kedua negara untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas pelaku kejahatan," kata dia.

Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng mengatakan saat ini Singapura sedang aktif membahas persoalan kekayaan intelektual, dan berupaya hal tersebut bisa memberikan keuntungan bagi negara.

"Sektor ini berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi negara," kata dia.

Kerja sama dengan Pemerintah Indonesia di berbagai bidang tersebut diharapkan bisa memberikan keuntungan yang semakin besar bagi kedua negara, kata Kwok.

Baik Kwok maupun Yasonna berharap agar hubungan bilateral Indonesia dan Singapura terus berkembang secara positif di segala bidang, khususnya kerja sama yang erat dengan Kemenkumham.

Baca Juga: Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Gadis 18 Tahun, Anggota DPRD Pandeglang Dilaporkan ke Polisi

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Wilayah Jember Dilanda Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:21 WIB
X