• Rabu, 7 Desember 2022

IPW: Tembakan Gas Air Mata saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Salah Prosedur

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:11 WIB
Buntut Ricuh Suporter Usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya, Liga 1 Disetop Sementara. (twitter/@akmalmahari). (Twitter)
Buntut Ricuh Suporter Usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya, Liga 1 Disetop Sementara. (twitter/@akmalmahari). (Twitter)

JAKARTA, insidepontianak.com - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyebut, tragedi kericuhan Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur saat Arema melawan Persebaya Surabaya, menewaskan ratusan suporter akibat kesalahan dalam penanganan sejak awal.

Menurutnya, tembakan gas air mata yang dilakukan kepolisian di dalam stadion menjadi pemicu awal kepanikan. Membuat ribuan penonton sesak, sebagian jatuh dan terinjak-injak.

Baca Juga: UPDATE Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Korban Tewas 127 Orang, IPW Desak Kapolres Malang Dicopot

Sugeng menegaskan, penggunaan gas air mata menghalau kericuhan di dalam stadion adalah tindakan yang salah. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bahkan sudah melarang.

Larangan itu persis tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 huruf b, yang menyebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa.

Karena itu Sugeng mendesak, Kapolri mencopot Kapolres Malang atas peristiwa ini.

"Yang pasti harus dicopot," kata Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, Minggu.

Baca Juga: Akibat Gas Air Mata Penonton Keluar dari Satu Pintu, Hal itu Sebabkan Penonton Berdesakan dan Terinjak

Berdasarkan laporan Antara, bentrokan maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, saat Derbi Super Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya telah menewaskan 127 orang suporter.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wilayah Jember Dilanda Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:21 WIB
X