• Rabu, 7 Desember 2022

UPDATE Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Korban Tewas 127 Orang, IPW Desak Kapolres Malang Dicopot

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:51 WIB
Rusuh Laga Arema FC dan Persebaya Surabaya (Twitter.)
Rusuh Laga Arema FC dan Persebaya Surabaya (Twitter.)

JAKARTA, insidepontianak.com - Bentrokan maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, saat Derbi Super Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya disebut menewaskan 127 orang suporter.

Atas tragedi ini, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Alasannya, karena terjadi kesalahan prosedur dalam penanganan kericuhan saat di awal-awal.

"Yang pasti harus dicopot," kata Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, Minggu.

Baca Juga: Akibat Gas Air Mata Penonton Keluar dari Satu Pintu, Hal itu Sebabkan Penonton Berdesakan dan Terinjak

Sugeng menilai, ratusan korban berjatuhan  itu terjadi akibat tembakan gas air mata di dalam stadion. Ini lah yang ia sebut membuat situasi menjadi panik.

Kericuhan sendiri terjadi berawal dari kekecewaan suporter Arema FC yang turun ke lapangan tanpa bisa dikendalikan pihak keamanan pasca kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Menurut Sugeng, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton secara membabi buta menembakkan gas air mata, sehingga menimbulkan kepanikan puluhan ribu penonton.

Baca Juga: PSSI Evaluasi Liga 1 Indonesia, Laga Arema FC dan Persebaya Terburuk Sejarah Sepak Bola Indonesia

Akibatnya, banyak penonton sulit bernapas dan pingsan, hingga berjatuhan dan terinjak-injak di Stadion Kanjuruhan, katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wilayah Jember Dilanda Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:21 WIB
X