• Senin, 3 Oktober 2022

Kelompok Wanita Tani di Lampung Penuhi Permintaan Ekspor 10.500 Tanaman Hias untuk Pertama Kali ke Turki

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:38 WIB
KWT Srirejeki Adipuro, Srirejeki, Desa Trimurjo, Kabupaten, Lampung Tengah, Lampung, sedang melakukan pengemasan tanaman hias Algomena untuk di ekspor pertama kalinya. Lampung Tengah, Minggu, (14/8/2022) (Antara)
KWT Srirejeki Adipuro, Srirejeki, Desa Trimurjo, Kabupaten, Lampung Tengah, Lampung, sedang melakukan pengemasan tanaman hias Algomena untuk di ekspor pertama kalinya. Lampung Tengah, Minggu, (14/8/2022) (Antara)

LAMPUNG TENGAH, insidepontianak.com - Kelompok Wanita Tani (KWT) Srirejeki Adiporo, Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah siap memenuhi permintaan ekspor 10.500 tanaman hias jenis Aglomena untuk pertama kalinya ke Negara Turki.

"Untuk permintaan ekspor sudah ada ke Turki sebanyak 10.500 bibit Aglomena. Dan sekarang kami sedang melakukan proses pengemasan," kata Ketua KWT Srirejeki Adiporo Margiono, di Lampung Tengah, Lampung, Minggu (14/8/2022).

Ia mengatakan bahwa guna memenuhi permintaan ekspor tanaman hias tersebut melibatkan 99 orang petani yang tergabung dalam KWT serta bibit Algomena dari kabupaten lainnya.

"Tentunya dengan adanya permintaan ekspor ini dampak yang dirasakan oleh petani yakni kuantitas barang yang dikeluarkan, biasanya dalam sebulan hanya 100 hingga 200 bibit sekarang ribuan, artinya penjualan petani pun lebih banyak," ujarnya.

Sementara itu, Subkoordinator Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Lampung, Irsan Nuhantoro mengatakan tanaman hias memiliki peluang ekspor yang cukup besar karena banyaknya permintaan dari negara-negara tujuan.

Baca Juga: Sambut HUT ke 77 Kemerdekaan Ri, Pemprov Lampung Gelar Pawai Marching Band

Menurutnya dengan adanya permintaan yang cukup banyak pada Algomena, tentunya hal tersebut akan menambah nilai jual tanaman hias tersebut, sehingga akan menambah penghasilan dari para petani.

"Satu bibit atau satu batang Algomena akan dihargai Rp5.000, sebelumnya para petani hanya menjualnya Rp3.000 jadi ada keuntungan Rp2.000," kata dia.

Namun begitu, Irsan mengatakan bahwa untuk melakukan ekspor tanaman hias tidaklah mudah karena harus dilihat dari proses menanam hingga nanti akan dikirim, oleh karena itu guna mempercepat proses ekspor pihaknya memiliki program in line inspection.

"Ke depan dengan adanya tempat karantina mandiri tumbuhan akan memberikan kelonggaran dan mempercepat proses ketika akan diekspor, sehingga nanti kami tinggal cetak sertifikat saja," kata dia.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X