• Senin, 3 Oktober 2022

Update Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:41 WIB
Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo memenuhi panggilan Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022), terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua. (Antara)
Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo memenuhi panggilan Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022), terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua. (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan Komnas HAM akan memeriksa Bharada E dan Irjen Pol. Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jumat (12/8/2022).

Menurut Dedi, alasan pemeriksaan Bharada E oleh Komnas HAM di Mako Brimob untuk efisiensi karena sekaligus memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo.

"Pemeriksaannya (Bharada E) oleh Komnas HAM sama FS sekalian, biar enggak bolak-balik," kata Dedi.

Disebutkan pula bahwa pemeriksaan keduanya direncanakan pada hari Jumat (12/8/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Apakah pemeriksaan tersebut dalam rangka mengonfrontasi keterangan kedua tersangka?", dijawab Dedi, "Tidak, karena konfrontasi urusan penyidik pidana, bukan Komnas HAM."

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM periksa Bharada E di Mako Brimob

Dikatakan pula pemeriksaan Ferdy Sambo dan Bharada E dijadikan satu tempat di Mako Brimob agar Komnas HAM tidak bolak-balik mengingat Bharada E ditahan di Rutan Bareskrim Polri, sementara Ferdy Sambo ditahan di tempat khusus (patsus) di Mako Brimob Depok. 

"Ya, biar lebih praktis," ujar Dedi.

Irjen Pol. Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E ditetapkan sebagai tersangka penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, bersama dua tersangka lainnya, yakni Brigadir Kepala Richard Rizal atau Bripka RR dan Kuat Maaruf alias KM (ART/sopir).

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X