• Minggu, 14 Agustus 2022

700 Rumah Sepanjang Pantai Tiku Agam Terancam Abrasi

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 21:10 WIB
Kondisi abrasi di Jorong Masang, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam.  (Antara)
Kondisi abrasi di Jorong Masang, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam. (Antara)

AGAM, insidepontianak.com - Sekitar 700 unit rumah di Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terancam terkena abrasi air laut akibat gelombang pasang melanda daerah itu.

Sekretaris Nagari Tiku Lima Jorong, Anaswar di Lubukbasung, Agam mengatakan, ke- 700 unit rumah itu tersebar di Jorong Muaro Putih sekitar 400 unit dan Jorong Masang 300 unit.

"Pemukiman di Muaro Putih merupakan kampung kedua, karena puluhan tahun lalu kampung mereka juga habis akibat abrasi," katanya,  Selasa (2/8/2022).

Ia mengatakan 700 unit rumah itu dengan jarak sekitar 300 sampai 400 meter dari bibir pantai dan sebelumnya berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Hal itu terjadi akibat abrasi terjadi hampir setiap tahun dan satu minggu terakhir sekitar 15 meter daratan yang tergerus gelombang pasang, dengan panjang empat kilometer.

"Sejak 2021 sampai 2 Agustus 2022 sekitar 50 meter daratan yang tergerus gelombang pasang," katanya.

Baca Juga: Cegah Abrasi di Wisata Pantai Telok Berdiri, PLN Tanam 10 Ribu Mangrove

Dengan kondisi itu, lahan perkebunan kelapa dan kelapa sawit milik warga dan plasma rusak akibat abrasi. Selain itu, kapal milik nelayan juga rusak setelah lokasi sandar kapal mereka tergerus gelombang.

Untuk menyikapi itu, masyarakat setiap tahun mengusulkan pemasangan pemecah ombak saat musyawarah perencanaan pembangunan.

Lalu memasukkan proposal pemasangan pemecah ombak ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Satgas PMK Nyatakan 1,43 Juta Ekor Sapi Telah Divaksin

Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:24 WIB
X