• Rabu, 10 Agustus 2022

Basarnas Kendari Bentuk 49 Potensi SAR untuk Membantu Musibah di Wakatobi

- Minggu, 26 Juni 2022 | 15:17 WIB
Peserta pelatihan potensi SAR di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (26/6/2022) (Antara)
Peserta pelatihan potensi SAR di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (26/6/2022) (Antara)

KENDARI, insidepontianak.com - Basarnas Kendari membentuk 49 potensi SAR di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara sebagai perpanjangan tangan untuk memberikan pertolongan ketika terjadi musibah atau kondisi membahayakan manusia di atas permukaan air.

"Kami telah memberikan pelatihan kepada 50 potensi SAR, dari 50 orang ini 49 orang dinyatakan lulus dan satu orang dinyatakan tidak lulus," kata Kepala Basarnas Kendari Aris Sofigi saat menutup pelatihan potensi SAR di Wakatobi, Minggu (26/6/2022).

Ia mengatakan potensi SAR yang dilatih selama enam hari mulai 20 Juni 2022 diikuti dari berbagai unsur gabungan, antara lain instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan kelompok nelayan.

Dari pelatihan secara teori dan praktik, katanya, diharapkan peserta mampu melakukan tindakan sebagai penolong pertama pada kecelakaan di air, peserta mampu melakukan "defend and release" dan mampu melakukan "water trappen".

Baca Juga: Tak Jadi IKN Lagi, Gubernur Anies Baswedan Deklarasikan Jakarta Sebagai Kota Global

"Peserta juga mampu melakukan teknik evakuasi dipermukaan air dan mampu melakukan olahraga fisik dengan baik sehingga 49 ini ditanyakan lulus,"  katanya.

Ia berharap, setelah pelatihan para potensi SAR nantinya akan memiliki sikap mental di bidang kemanusiaan yang mampu mengaplikasikan seluruh teori dan keterampilan yang telah didapat selama pelatihan.

"Sehingga bisa dibutuhkan pada saat terjadi musibah dan bencana di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari khususnya Pos SAR Wakatobi," katanya.

Selain itu, bisa membantu Basarnas dalam penanganan awal apabila terjadi suatu kedaruratan baik bencana maupun kecelakaan baik kapal udara, kapal laut dan kondisi kondisi yang membahayakan manusia lainnya.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X