• Jumat, 12 Agustus 2022

Pemilu Presiden 2024, Azyumardi  Sindir Bikin Capres Bebek Belur  Jeda Panjang Pilpres hingga Pelantikan

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:11 WIB
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra (Instagram@profazyumardiazra)
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra (Instagram@profazyumardiazra)

JAKARTA, insidepontianak.com - Cendekiawan Muslim Prof Azyumardi Azra menyatakan, jeda waktu yang lama dari Pemilihan Presiden 2024 hingga pelantikan presiden terpilih menjadikan presiden yang sedang menjabat seperti "lame duck" atau "bebek lumpuh".

Cendekiawan Muslim Prof Azyumardi Azra menjelaskan, yang dimaksud 'bebek lumpuh', adalah setelah Pemilihan Presiden 2024, Presiden yang sedang menjabat tak bisa lagi mengeluarkan kebijakan yang efektif dan strategis, karena sudah ada Presiden dan Wakil Presiden baru, meskipun belum dilantik.

Prof Azyumardi Azra menyatakan Pemilihan Presiden 2024 pada 14 Februari 2024, hingga pelantikan Presiden terpilih 20 Oktober 2024, jeda waktunya dianggap lama menyebabkan Capres berpotensi bebek lumpuh.

Keanehan yang terbentuk, Prof Azyumardi Azra adalah Indonesia seakan memiliki 'dua' Presiden, yakni presiden yang masih menjabat, dan presiden terpilih, hasil pemilu pemilihan Presiden 2024, berpotensi Capres "bebek lumpuh."

Apalagi, lanjut Azyumardi, apabila pascapemilu terjadi gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK), kemudian MK mengesahkan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden hasil Pilpres 2024, maka legitimasi presiden terpilih menjadi lebih kuat lagi. Sebaliknya, untuk presiden yang sedang menjabat, akan semakin menjadi "bebek lumpuh".

Situasi semacam itu, lanjut Azyumardi akan mengakibatkan kevakuman pemerintahan selama delapan bulan, atau bisa juga berpotensi terjadi disorientasi pemerintahan.

Namun, Azyumardi menyadari keputusan itu susah diubah. Sehingga hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi para anggota parlemen hasil Pemilu legislatif 2024.

"Semoga para anggota Parlemen hasil Pileg 2024 nantinya akan memperbaiki hal ini, agar praktik demokrasi kita semakin membaik," ucap Azyumardi.

Baca Juga: Kader PKB Kalbar Sambut Baik Wacana Duet Prabowo-Cak Imin di Pilpres 2024

Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas membenarkan bahwa segera setelah pilpres, baik putaran satu atau dua, pengaruh atau posisi tawar presiden yang sedang menjabat kemungkinan besar akan menurun di kalangan sekutu politiknya. Periode "lame duck" pun akan terjadi selama 8 atau 4 bulan.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemensos Kaji Ulang Peraturan Penyaluran Bansos

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:01 WIB
X