• Jumat, 12 Agustus 2022

Komnas Perempuan Dukung KAI Cegah Pelecehan Seksual di Kereta Api

- Jumat, 24 Juni 2022 | 20:48 WIB
Dari kiri : EVP Corporate Secretary KAI Asdo Artriviyanto, Komisioner Komnas Perempuan  Maria Ulfah Anshor, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, SM Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, serta Deputy EVP I Daerah Operasi 1 Jakarta Bidang Teknis dan Operasional  (PT KAI)
Dari kiri : EVP Corporate Secretary KAI Asdo Artriviyanto, Komisioner Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, SM Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, serta Deputy EVP I Daerah Operasi 1 Jakarta Bidang Teknis dan Operasional (PT KAI)

JAKARTA, insidepontianak.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan memberikan dukungan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atas langkah pencegahan pelecehan seksual di kereta api.

Komnas Perempuan sangat mengapresiasi dan juga mendukung langkah proaktif yang dilakukan oleh KAI dalam menyikapi persoalan pelecehan seksual. Langkah KAI dengan melakukan blacklist terhadap pelaku, momennya sangat tepat karena kita juga baru saja punya Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” kata Andy Yentriyani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Komnas Perempuan berharap korporasi termasuk BUMN seperti KAI, turut mendukung dan melakukan kampanye terkait anti kekerasan seksual.

Tujuannya agar tersedianya transportasi aman bagi perempuan yang tidak hanya dengan segregasi ruang, tapi justru adanya perubahan pola pikir dan pola penyikapan pada persoalan kekerasan seksual tersebut.

Baca Juga: Kemnaker dan JICA Perkuat Kerja Sama Penempatan dan Perlindungan PMI

Terkait langkah blacklist, Komnas Perempuan menilai hal tersebut merupakan salah satu shock therapy yang baik agar semua orang tau akibat yang dilakukan jika melakukan pelecehan seksual selain ancaman pidana pada UU TPKS.

Komnas Perempuan juga mengapresiasi KAI karena memberikan perhatian dan pemulihan terhadap korban dengan memastikan korban merasa nyaman dan aman dengan informasi yang dia serahkan kepada KAI.

“Kami menilai masih banyak ruang untuk bagaimana kita dapat memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih baik terhadap kasus kekerasan seksual. Kami berharap KAI dan Komnas Perempuan dapat berkolaborasi untuk aspek edukasi dan pedoman kebijakan yang berlaku secara internal dan eksternal di KAI.” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan kepada Komnas Perempuan bahwa KAI secara tegas tidak menolerir tindakan kekerasan seksual ataupun perundungan seksual di moda kereta api.

KAI merupakan moda transportasi massal sehingga diharapkan seluruh elemen baik petugas maupun sesama pelanggan saling menjaga dan menghormati.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Kemensos Kaji Ulang Peraturan Penyaluran Bansos

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:01 WIB
X