• Rabu, 7 Desember 2022

Kemnaker dan JICA Perkuat Kerja Sama Penempatan dan Perlindungan PMI

- Jumat, 24 Juni 2022 | 20:32 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi (tengah) dalam pertemian dengan Wakil Presiden JICA Kenichi Shishido di Jakarta pada Kamis (23/6/2022). (Antara)
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi (tengah) dalam pertemian dengan Wakil Presiden JICA Kenichi Shishido di Jakarta pada Kamis (23/6/2022). (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) secara khusus terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

Menurut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi telah menerima kunjungan dari Wakil Presiden JICA Kenichi Shishido di Jakarta pada Kamis (23/6/2022) dalam rangka memperkuat kerja sama ketenagakerjaan oleh kedua pihak.

"Melalui pertemuan ini, saya berharap Kementerian Ketenagakerjaan dan JICA dapat memperkuat kerja sama dan kolaborasi kita untuk memulihkan kondisi di bidang ketenagakerjaan," kata Sekjen Kemnaker Anwar.

Dia menjelaskan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang khususnya di bidang penempatan dan perlindungan PMI ke Jepang dilakukan dalam dua skema yang diatur dalam dua dokumen kerja sama.

Kerja sama diatur dalam skema Indonesia-Japan Economics Partnership Agreement (IJEPA) dan skema Specified Skilled Workers (SSW) berdasarkan Memorandum of Cooperation (MoC) Indonesia-Jepang.

Baca Juga: Retno Marsudi dan Menlu India Bahas Sejumlah Kerja Sama Bilateral

Skema MoC SSW juga menetapkan bahwa proses penempatan PMI pada SSW dilakukan dengan skema PMI Individual. Meski demikian, pemerintah Indonesia mengusulkan amandemen MoC untuk menambahkan program Private to Private (P to P) atau antar swasta sebagai skema baru.

Beberapa pertimbangan Indonesia dalam mengusulkan evaluasi MoC SSW dan penambahan skema penempatan P to P, antara lain karena permintaan dari pihak swasta Jepang untuk melibatkan pihak swasta Indonesia dalam proses penempatan PMI SSW.

"Kemudian karena adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan proses penempatan PMI dari SSW dan memungut uang dalam jumlah besar dari PMI. Pertimbangan lainnya juga karena jumlah penempatan PMI SSW kurang masif dan pendatang baru PMI yang ke Jepang tidak melalui fasilitasi sistem Informasi Pasar Kerja on Line (IPK-OL)," jelas Anwar.

Dalam pertemuan tersebut Sekjen Kemnaker juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin memperluas bidang kerja sama di bidang pariwisata, khususnya dalam bantuan keperluan acara internasional, dan meningkatkan penempatan tenaga terampil Indonesia di beberapa sektor.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Wilayah Jember Dilanda Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:21 WIB
X