• Selasa, 28 Juni 2022

Kadisdik Jabar Tempatkan Satgas Saber Pungli di PPDB 2022

- Jumat, 24 Juni 2022 | 17:59 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Dedi Supandi.  (antara)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Dedi Supandi. (antara)


BANDUNG, insidepontianak.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi akan menempatkan tim Satgas Saber Pungli untuk mencegah oknum yang berani melakukan Pungli dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2022.

Dedi Supandi berharappada PPDB 2022 ini Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melibatkan Tim Satgas Saber Pungli, instansi pendidikan atau masyarakat agar jangan segan untuk segera melaporkan jika menemukan Pungli.

Untuk mewujudkan PPDB 2022 di Jabar yang seadil-adilnya ini, kata Dedi mengajak seluruh pihak termasuk kepada masyarakat agar tidak segan membuat aduan bilamana menemukan aksi Pungli ke Satgas Saber Pungli.

Karena, kata Dedi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah jauh hari memang telah bekerjasama dengan tim Satgas Saber Pungli untuk menyikapi konflik pada PPDB 2022.

"Jadi perlu saya tegaskan, jangan ada oknum yang berani bermain pada PPDB 2022 di Jabar," ujar Dedi Supandi, ketika dimintai tanggapannya tentang OTT terhadap oknum di SMKN 5 Bandung perihal dugaan pungutan liar PPDB oleh Tim Satgas Saber Pungli Jabar, di Bandung, Jumat (24/06/2022).

Baca Juga: PPDB Online Dimulai, Wali Kota Edi Tegaskan Anak-anak di Kota Pontianak Wajib Sekolah
Salah satunya, dengan memberikan pembinaan terhadap seluruh kepala sekolah, SMA, SMK dan SLB baik negeri maupun swasta yang berada di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III (Kabupaten/Kota) Bekasi, pada Selasa (21/6/2022).

"Sehingga kejadian OTT SMKN 5 Bandung merupakan tindak lanjut kerja sama yang dilakukan kami dengan tim Satgas Saber Pungli untuk mencegah segala bentuk pungutan liar," katanya.

Terkait kejadian OTT di SMKN 5 Kota Bandung sendiri, Dedi Supandi mengatakan, pemberian sanksi masih menunggu hasil dari gelar perkara.

Di mana, kata dia, berdasarkan gelar perkara tersebut akan keluar sanksi, baik itu ringan, sedang maupun berat.

"Untuk yang seberat-beratnya, akan diberhentikan dari PNS. Kalau ringan berupa teguran. Nah sanksi sedang, bisa turun pangkat atau dicopot jabatan di sekolah," katanya.

Dedi memastikan, OTT pada oknum yang diduga melakukan pungli saat PPDB 2022 di Jawa Barat ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Jadi arahan yang pertama jangan ada pungli di THR atau tunjangan hari raya dan kedua jangan ada juga pungli di PPDB," kata dia.

Baca Juga: Link Pendaftaran PPDB Online Kota Pontianak Kalimantan Barat Tingkat SD dan SMP 2022

 

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

321 Narapidana Terorisme Nyatakan Setia pada NKRI

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:56 WIB

Gas Klorin Bocor di Yordania, 12 Tewas 251 Terluka

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:32 WIB
X