• Selasa, 28 Juni 2022

KKP Promosikan Budidaya Udang Berkelanjutan di Ajang ASA 2022

- Kamis, 23 Juni 2022 | 14:37 WIB
Ilustrasi budidaya udang berkelanjutan. (KKP)
Ilustrasi budidaya udang berkelanjutan. (KKP)

JAKARTA, insidepontianak.com – Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah 12th Meeting of ASEAN Shrimp Alliance (ASA) tahun 2022 yang diselenggarakan secara virtual (20/6/2022). Pertemuan ini diadakan sebagai forum pertukaran informasi membahas isu mengenai perkembangan industri budidaya udang global yang meliputi teknologi, penyakit, standardisasi, sistem sertifikasi, dan perdagangan serta isu permasalahan lain terkait pengembangan produk udang di negara-negara ASEAN.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu menyatakan pertemuan multilateral seperti ASA menjadi agenda penting dalam pengembangan perikanan budidaya, terlebih komoditas udang yang telah menjadi andalan Indonesia sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Ia percaya bahwa pertemuan ASA ke-12 ini dapat berperan untuk mempromosikan pengelolaan dan pengembangan akuakultur yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di kawasan ASEAN.

Baca Juga: KKP Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia di Sidang WTO

“Sektor perikanan dinilai sebagai sektor potensial untuk pemulihan dari tantangan yang dihadapi oleh dunia terkait pandemi Covid-19. Tantangan tersebut perlu untuk diubah menjadi peluang untuk menetapkan sektor akuakultur, khususnya industri udang agar dapat ditingkatkan guna memenuhi target yang telah ditetapkan dalam program terobosan KKP,” jelas Tebe sapaan akrab Tb Haeru Rahayu.

KKP telah menyiapkan rencana pengembangan budidaya perikanan dalam dua program terobosan, yaitu pengembangan perikanan budidaya dengan komoditas yang berorientasi ekspor dengan komoditas yang akan dikembangkan antara lain udang, lobster, kepiting, dan rumput laut, dan pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal dengan komoditas unggulan di pedalaman/air tawar, di pesisir/air payau, dan di laut.

Tebe juga mengatakan, peran penting sektor perikanan budidaya hingga ke level global membuat Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan sektor ini melalui pendekatan ekonomi biru yang memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi yang mengarah kepada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya bahwa hanya tindakan kolektif yang akan membantu kami dalam pemulihan dari pandemi, melalui kontribusinya terhadap alternatif mata pencaharian, penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan,” pungkas Tebe.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Andal

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X