• Senin, 8 Agustus 2022

Nah Lho, Elon Musk Ancam Tak Jadi Beli Twitter

- Selasa, 7 Juni 2022 | 17:47 WIB
Ini Persyaratan Baru Elon Musk Terkait Kesepakatan Pembilian Twitter! Bahaya Kalau Tidak Terpenuhi (REUTERS/DADO RUVIC)
Ini Persyaratan Baru Elon Musk Terkait Kesepakatan Pembilian Twitter! Bahaya Kalau Tidak Terpenuhi (REUTERS/DADO RUVIC)

JAKARTA, insidepontianak.com – Meski Elon Musk membeli Twitter bukan berarti masalah tak terjadi. Terbaru, Elon Musk pada Senin (6/6) mengancam akan menarik tawarannya untuk membeli Twitter.

Nah lho. Ternyata ancaman Elon Musk ini akan ia berlakukan jika perusahaan jejaring sosial itu gagal memberikan data akun palsu.

Dikutip dari AFP, Selasa, Elon Musk menuduh Twitter telah melakukan pelanggaran material dari perjanjian merger dan ia memiliki hak untuk tidak melanjutkan kesepakatan, menurut dokumen yang diajukan pihak Musk ke regulator sekuritas.

Baca Juga: Ingin Bangun Citra Diri di Medsos? Berikut Tips dari Pakar Komunikasi

Dokumen pengajuan tersebut menandai eskalasi pernyataan Elon Musk yang sebelumnya telah menyoroti perihal akun palsu yang bisa menimbulkan pembatalan kesepakatan sebesar 44 miliar dolar AS untuk mengambil alih Twitter.

Ancaman tersebut juga menandai pernyataan Elon Musk yang disampaikan secara tertulis untuk pertama kali dan bukan mengunggahnya melalui platform media sosial Twitter.

Sebelumnya pada April, Elon Musk menyetujui kesepakatan untuk membeli Twitter. Namun pada pertengahan Mei, ia mulai menyinggung mengenai kekhawatirannya terhadap data akun palsu yang beredar di Twitter.

Sebelumnya, Elon Musk juga telah mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa dirinya bisa membatalkan kesepakatan jika kekhawatirannya tidak ditangani.

Menurut Elon Musk, jumlah bot sebenarnya mungkin empat kali lebih banyak dari perkiraan yang diberikan Twitter. Bot dapat digunakan di media sosial untuk menyebarkan berita palsu atau menciptakan kesan terdistorsi tentang seberapa luas informasi dikonsumsi dan dibagikan.

Di sisi lain, menurut CEO Twitter Parag Agrawal, kurang dari lima persen akun yang aktif pada hari tertentu di Twitter adalah bot, tetapi analisis tidak dapat direplikasi secara eksternal untuk menjaga kerahasiaan data pengguna.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejumlah Desa di Kabupaten Katingan Dilanda Banjir

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:01 WIB
X