• Sabtu, 25 Juni 2022

Nelayan Malaysia Bawa Bom Mencuri Ikan di Laut Sulawesi

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:16 WIB
Petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan menangkap nelayan yang melakukan aksi pengeboman ikan di Laut Sulawesi. (ANTARA/HO-KKP)
Petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan menangkap nelayan yang melakukan aksi pengeboman ikan di Laut Sulawesi. (ANTARA/HO-KKP)

JAKARTA, insidepontianak.com - Tiga nelayan Malaysia ditangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diduga mencuri ikan menggunakan bom ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 716 Laut Sulawesi.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Sabtu 921/05/2022), menyampaikan bahwa aksi nelayan Malaysia mencuri ikan dengan bom dilakukan pada Rabu (18/05/2022) dan berhasil dihentikan oleh petugas PSDKP Nunukan pada saat patroli di wilayah perairan Laut Sulawesi.

Tiga nelayan Malaysia mencuri ikan dengan bom di Laut Sulawesi itu menggunakan perahu atau long boat yang diawaki oleh ketiga nelayan. Sebelum ditangkap nelayan Malaysia itu sempat melarikan diri saat bertemu dengan speed boat petugas.

Aksi pengejaran, antara petugas KKP dan perahu nelayan Malaysia pun berlangsung kurang lebih 15 menit, hingga speed boat milik petugas PSDKP Nunukan berhasil menghentikan perahu nelayan Malaysia mencuri ikan di Laut Sulawesi.

“Berdasarkan informasi awal, tiga orang nelayan asal Malaysia ini diduga menangkap ikan di wilayah perairan Laut Sulawesi dengan menggunakan bom,” terang Adin mengonfirmasi kejadian tersebut.

Baca Juga: Kampung Parigi, Kisah Nelayan yang Ditinggalkan Tuna

Selain satu unit perahu, barang bukti lainnya yang ditemukan berupa satu unit kompresor, satu unit ketinting, selang kompresor sepanjang 150 meter, tiga buah detonator, dua buah kacamata selam, tiga buah fins atau kaki katak, dan satu ekor ikan kuning.

Ia menyampaikan bahwa ketiga tersangka berinisial JL, PJ, dan MJ selanjutnya dibawa ke kantor Satuan Pengawasan SDKP Nunukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Adin memastikan, ketiga tersangka akan diberikan sanksi sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.

“Tidak cuma illegal fishing, secara tegas KKP juga melarang segala aksi penangkapan ikan dengan cara merusak, sebab tak cuma ikan besar yang mati, ikan-ikan kecil pun ikut mati. Apalagi penggunaan bom ikan ini bisa merusak karang yang membuat sumber daya laut kita tidak bisa lestari,” tegas Adin.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X