• Sabtu, 25 Juni 2022

Dua Tahun Menunggu, Musikal Monolog "Inggit Garnasih" Mulai Dipentaskan

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:06 WIB
Konferensi pers musikal monolog “Inggit Garnasih” pada Kamis, 19 Mei 2022, di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta. (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)
Konferensi pers musikal monolog “Inggit Garnasih” pada Kamis, 19 Mei 2022, di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta. (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

JAKARTA, insidepontianak.com – Usai tertunda dua tahun karena Pandemi Covid-19, pentas teater musikal monologInggit Garnasih” dimulai.

Teater musikal monolog bertajuk “Inggit Garnasih” dipentaskan untuk publik secara langsung di atas panggung yang dijadwalkan pada Jumat dan Sabtu (21/5) di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta.

Menurut sutradara pementasan Wawan Sofwan, musikal monologInggit Garnasih” ini sudah ditunggu lama.

Baca Juga: 10 Cara Realistis Kurangi Makanan Olahan Demi Diet Berkualitas

“Dua tahun dalam penantian, mencoba untuk tidak berpindah media. Awalnya tergoda untuk pindah platform, di online segala macam. Tapi kami tetap bersiteguh bahwa ini bukan (seolah-olah) 'Waiting for Godot', suatu saat ini pasti akan datang,” kata Wawan Sofwan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/5) malam.

Sebelumnya, Titimangsa Foundation sempat mementaskan Monolog Inggit sebanyak 13 kali pada periode 2011 hingga 2014 di Jakarta dan Bandung. Pada pementasan kali ini, Titimangsa kembali menghadirkan “Monolog Inggit” secara berbeda dari sebelumnya dalam bentuk teater musikal.

Teater musikal monologInggit Garnasih” menandai produksi ke-53 Titimangsa yang diproduseri oleh Happy Salma. Ia mengatakan produksi ke-53 ini menjadi bukti kesungguhan dirinya menjadi produser seni pertunjukan.

 Menyatukan kembali energi di antara pelaku-pelaku seni yang terlibat menjadi tantangan tersendiri bagi Happy dalam mewujudkan pentas teater secara langsung mengingat dua tahun pandemi membuat orang terbiasa menonton secara gratis dan daring. Walau begitu, Happy mengatakan pihaknya tetap percaya energi untuk menonton pentas secara langsung tidak akan tergantikan.

“Dan saya percaya, ini memang ceritanya sama (dari pentas sebelumnya) karena sumbernya juga sama dari bukunya Ramadhan KH, tetapi gairah dalam bentuk pertunjukan pasti akan selalu berbeda,” kata Happy Salma.

Baca Juga: KKN di Desa Penari dan Bias Gender Film Hantu Perempuan di Indonesia

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala BNPB Tinjau Penanganan PMK di Jatim

Sabtu, 25 Juni 2022 | 14:24 WIB
X