• Sabtu, 25 Juni 2022

Indonesia Kembangkan Survei Masyarakat Digital dari Indikator DEWG G20

- Jumat, 20 Mei 2022 | 15:43 WIB
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi (kanan) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kominfo, Hary Budiarto usai Lokakarya Perangkat untuk Mengukur Keterampilan dan Literasi Digital di Yogyakarta, Kamis (19/5).
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi (kanan) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kominfo, Hary Budiarto usai Lokakarya Perangkat untuk Mengukur Keterampilan dan Literasi Digital di Yogyakarta, Kamis (19/5).

JAKARTA, insidepontianak.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengembangkan survei masyarakat digital berdasarkan perangkat pengukuran yang diusulkan dalam forum Digital Economy Working Group atau DEWG G20.

"Tahun ini, 2022, Indonesia mengembangkan Indeks Masyarakat Digital atau Digital Society Index, berdasarkan perangkat keterampilan dan literasi digital ini," kata Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi, dalam Lokakarya Perangkat untuk Mengukur Keterampilan dan Literasi Digital di Yogyakarta, dikutip dari siaran pers, Jumat.

Dedy Permadi, yang juga Alternate Chair DEWG G20, mengatakan survei ini akan mencakup 514 kabupaten dan kota di sleuruh provinsi di Indonesia. Survei ini bertujuan agar kabupaten dan kota memiliki indeks keterampilan digital.

Baca Juga: UKK di SMK Negeri 2 Teluk Keramat Ditutup, Wabup Fahrur Rofi: Siswa yang Lulus Dapat Sertifikat BNSP

Indeks tersebut bisa digunakan sebagai pedoman dalam menentukan kebijakan di tingkat daerah.

"Memiliki informasi terkini dan berkualitas tinggi sangat penting untuk memandu respons kebijakan yang tepat," kata Dedy Dedy Permadi.

Kebijakan dan strategi digitalisasi akan menjadi lebih baik jika didukung dengan data yang akurat. Hal ini akan membantu pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan untuk menangani kesenjangan digital dan bagaimana mengoptimalkan manfaat digitalisasi untuk setiap negara.

“Dengan mengetahui berapa banyak orang yang terhubung, bagaimana mereka terhubung, teknologi apa yang bermanfaat untuk menghasilkan pendapatan dan memberdayakan orang, jenis keterampilan digital dan literasi apa yang dimiliki sebagian besar individu, dampak dari terhubung dapat membantu semua pemangku kepentingan membuat keputusan yang tepat tentang cara menangani kesenjangan digital, dan bagaimana mengoptimalkan manfaat digitalisasi untuk setiap negara," kata Dedy Dedy Permadi.

Perangkat pengukuran yang dibahas dalam DEWG G20 memiliki potensi dikembangkan lebih lanjut. Masih perlu ada pembahasan dan pengujian agar sesuai diterapkan di masing-masing negara.

"Beberapa kekhawatiran terkait dengan definisi luas dan sempit dari perangkat keterampilan digital, variabel aliran vs stok, dan daftar pekerjaan utama vs terperinci, perlu diuji lebih lanjut," kata Dedy Dedy Permadi.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala BNPB Tinjau Penanganan PMK di Jatim

Sabtu, 25 Juni 2022 | 14:24 WIB
X