• Minggu, 26 Juni 2022

BKSDA Kalimantan Tengah Lepas Liar 4 Orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

- Rabu, 18 Mei 2022 | 19:34 WIB
BKSDA Kalimantan Tengah melakukan lepas liar orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Pelestarian orangutan membutuhkan dukungan semua pihak.  (ANTARA/HO-BOSF Nyaru Menteng)
BKSDA Kalimantan Tengah melakukan lepas liar orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Pelestarian orangutan membutuhkan dukungan semua pihak. (ANTARA/HO-BOSF Nyaru Menteng)

PALANGKA RAYA, insidepontianak.com - BKSDA Kalimantan Tengah melakukan lepas liar 4 orangutan ke kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

Kegiatan lepas liar orangutan bekerja sama BKSDA Kalimantan Tengah dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS).

Hewan asli Indonesia, orangutan yang dilakukan lepas liar terdiri dari masing-masing 2 ekor betina dan jantan. Apresiasi diberikan kepada BKSDA Kalimantan Tengah.

"Empat orangutan itu hasil proses rahabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Terdiri dari dua betina dan dua jantan," kata Kepala BKSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan di Palangka Raya, Rabu (18/5/2022).

Menurut Nur Patria, upaya pelestarian orangutan harus didukung semua orang. BKSDA Kalteng bertanggungjawab dalam setiap upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orangutan yang sistematis.

"Kami menghimbau peran serta masyarakat untuk terlibat aktif melindungi orangutan dan habitatnya. Orangutan memiliki peran yang sangat penting, dan fungsi ini akan maksimal jika mereka tinggal di hutan," ujar Nur Patria, dilansir ANTARA.

Kepala TNBBBR Sadtata Nooradirahmanta menambahkan, pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Hiran untuk pelepasliaran orangutan sejak 2019 merupakan upaya menjaga sebaran orangutan rehabilitasi. Tercatat empat kelahiran alami di TNBBBR sejak 2016 atau sejak pelepasliaran orangutan pertama kali dilakukan.

Dia mengatakan, Balai TNBBBR bersama BKSDA Kalteng dan bekerjasama dengan Yayasan BOS serta para pihak lainnya, telah melepasliarkan 186 orangutan sejak tahun 2016.

"Bersama dengan para pemangku kepentingan, kami akan terus berupaya menjaga keberadaan orangutan Kalimantan, yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga kualitas hutan dan keutuhan ekosistem," katanya.

Keempat orangutan yang dilepasliarkan hari ini telah menjalani tahapan akhir dari proses rehabilitasi di pulau pra-pelepasliaran di gugusan Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng

Pulau pra-pelepasliaran ini adalah habitat semi liar untuk menampung orangutan yang telah menyelesaikan tahap rehabilitasi di Sekolah Hutan. Di sini, para orangutan mempraktikkan semua keterampilan yang dipelajari sebelumnya untuk bekal bertahan di alam liar.

Ketua yayasan BOS, Jamartin Sihite mengatakan pihaknya gembira dapat kembali melepasliarkan orangutan yang telah melewati masa rehabilitasi panjang. Orangutan diharapkan siap hidup di hutan.

Lepas liar orangutan saat ini sekaligus memperingati hari Kebangkitan Nasional dan Hari Keanekaragaman Hayati.

"Di hari peringatan Kebangkitan Nasional dan Keanekaragaman Hayati ini, mari kita berkomitmen untuk mengatasi banyak ancaman yang dihadapi satwa liar dengan memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan," katanya.

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

Banjir di Muara Enim Rendam Ratusan Rumah Warga

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:58 WIB
X