• Sabtu, 21 Mei 2022

Puan Maharani Minta Penculik yang Cabuli Anak Dijerat dengan UU TPKS

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:41 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani ungkap momen May Day menjadi komitmen bersama untuk menciptakan dan mengawal regulasi yang berpihak pada buruh. (Insidepontianak.com/Ist)
Ketua DPR RI Puan Maharani ungkap momen May Day menjadi komitmen bersama untuk menciptakan dan mengawal regulasi yang berpihak pada buruh. (Insidepontianak.com/Ist)

JAKARTA, insidepontianak.com - Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani mengecam keras penculikan belasan anak di wilayah Jakarta dan Bogor, disertai adanya kekerasan seksual.

Puan Maharani minta penegak hukum menjerat pelaku dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Alasannya, berdasarkan pemeriksaan ada korban yang mengalami pencabulan.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Saya kira tidak cukup hanya dengan menggunakan pasal pidana penculikan. Tetapi juga harus dijerat dengan UU TPKS yang sudah resmi diundangkan, agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan,” tegas Puan Maharani, seperti dilansir Parlementaria.

Puan Maharani menegaskan, UU TPKS yang disahkan DPR RI 12 April 2022, dirancang secara progresif untuk melindungi korban kekerasan seksual. Salah satunya dengan hukuman yang jauh lebih berat terhadap pelaku, dari hukuman yang selama ini hanya diatur dalam KUHP.

“Kasus ini harus menjadi contoh implementasi penegakan hukum oleh aparat, yang berwenang di lapangan,” tegas Puan Maharani.

Dengan hukuman yang berat, diharapkan akan menimbulkan efek jera baik untuk pelaku maupun pihak-pihak yang mencoba melakukan perbuatan serupa.

“Ini persoalan yang sangat serius buat saya. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mendapat jaminan perlindungan dari segala bentuk kekerasan seksual,” ucap Puan Maharani.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, pelaku telah melanggar banyak aturan termasuk terkait perlindungan anak. Menurutnya, penting sekali menjerat pelaku dengan UU TPKS dan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Sebagai ibu dua anak, hati saya seperti tersayat mendengar anak-anak diculik dan terpisah dari orangtuanya sampai berhari-hari. Apalagi mendapat kabar anak-anak dilecehkan secara seksual,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: dpr.go.id

Tags

Terkini

X