• Sabtu, 21 Mei 2022

Warning, Angka Stunting Keluarga Indonesia Bisa Tembus 21,9 Juta

- Kamis, 12 Mei 2022 | 18:56 WIB
Ilustrasi Stunting / Anak (Pixabay)
Ilustrasi Stunting / Anak (Pixabay)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Indonesia, tak terkecuali Provinsi Kalimantan Barat terus menekan angka stunting dengan berbagai program inovatif dengan kerja gotong royong bersama lintas kabupaten/kotanya.

Belum lama ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggagas strategi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI). Targetnya tak hanya angka stunting tapi peningkatakn kualitas SDM. 

RAN PASTI digelar dengan fakta di tahun 2021 data Studi Status Gizi Indonesia merilis angka stunting dengan angka prevalensi balita stunted pada kabupaten/kota di Kalbar mencapai angka 29,8 persen.

Baca Juga: Disporapar Kalbar Pastikan Pengosongan Mess PABSI Tetap Lanjut

Angka stunting dengan prevalensi ini masih tinggi dibanding angka nasional yang telah mengalami penurunan sebelumnya menjadi 24,4 persen.

Dikutip Insidepontianak.com dari artikel Pikiran-rakyat.com berjudul “21,9 Juta Keluarga Indonesia Berisiko Stunting, Harus Ditekan Seminimal Mungkin”.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengerahkan 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Hal itu dilakukan untuk menekan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 dan keluarga berisiko stunting di Indonesia yang berdasarkan pendataan keluarga 2021 (PK 21), jumlahnya mencapai 21,9 juta keluarga.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam apel siaga TPK Bergerak mengatakan, 600 ribu personil bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting.

“Jumlah keluarga berisiko stunting ini harus ditekan seminimal mungkin. Mari kita bekerja secara optimal,” kata Hasto dalam Apel Siaga TPK Bergerak di alun-alun Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Kamis, 12 Mei 2022.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X