• Sabtu, 25 Juni 2022

Roy Suryo Sindir Penggunaan Pesawat Garuda Indonesia oleh Presiden Jokowi ke Amerika, Sebut Tak Efesien

- Rabu, 11 Mei 2022 | 10:47 WIB
Presiden Jokowi bertolak ke Washington DC, Amerika  (Insidepontianak.com/Facebook Presiden Joko Widodo)
Presiden Jokowi bertolak ke Washington DC, Amerika (Insidepontianak.com/Facebook Presiden Joko Widodo)

 

JAKARTA, insidepontianak.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo menyindir penggunaan pesawat Garuda Indonesia (GIA-1) oleh Presiden Jokowi dan rombongan dalam kunjugan kerja ke Washington DC Amerika, menghadiri KTT Khusus ASEAN AS.

Sindirian itu, disampaikan Roy Suryo melalui akun Tewitter pribadinya, @KRMTRoySuryo2. Roy Suryo menganggap, penggunaan pesawat GIA-1 oleh Presiden Jokowi dan rombongan tidak efisien.

Sebab, pemerintah mesti mengeluarkan biaya lain seperti cat baru dengan logo Setneg pada pesawat tersebut.

Selain itu, Roy Suryo juga mengkritik penjelasan pemerintah yang menyebut kapasitas kursi pesawat kepresiden terbatas untuk membawa banyak penumpang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Harap KTT Khusus ASEAN AS Berkontribusi Ciptakan Perdamaian Dunia

Padahal, menurut Roy Suryo, pesawat kepresidenan RI punya banyak keunggulan. Pesawat kepresidenan justru lebih aman untuk presiden selama perjalanan.

"Penjelasan Istana bahwa “tdk naik Pesawat Kepresidenan" ini MIRIP kata "Menolak (tapi minta lebih) di Sidang" itu RI-001 justru hanya B-737-BBJ, sedangkan ini malah B-777-300ER Garuda tetapi DI-CAT BARU "Garuda Pancasila + Republik Indonesia", beda! Gpp khan utk "Sowan" AMBYAR," sindir Roy Suryo di Twiter pribadinya, @KRMTRoySuryo2.

"Intinya soal EFISIENSI, Negara sdh punya B-737-BBJ dgn keamanan Super-priority, Anti-Rudal. Juga kenapa B-777-300ER harus (repot2) di-CAT BARU (+Logo SetNeg juga) kalau hanya "Sewa" dari Garuda? Rombongan khan juga bisa Efisien, tdk harus lbh dari 60-an, katanya KRISIS ? AMBYAR."

"Jadi, intinya KEJUJURAN. Sebenarnya kalau Istana JUJUR saja bhw Boeing 777-300ER PK-GIG Garuda (yg "disewa") itu sdh DI-CAT th 2020 lalu saat mau dipakai ke AS tapi Batal terus NGANGGUR 2th, lebih Fair. Ini justru tampak GAGAP (lagi) & malahan SALAH soal Kapasitas seat dsb. AMBYAR," ujar Roy Suryo.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X