• Selasa, 28 Juni 2022

Remaja Diduga Dijebak Terima Sabu, Kapolda Sumut Copot Kasat Narkoba Polres Binjai

- Rabu, 20 April 2022 | 17:12 WIB
narkoba-sabu
narkoba-sabu

MEDAN, insidepontianak.com - Remaja di Kota Binjai ditangkap polisi, diduga dijebak menerima narkotika jenis sabu. Kasusnya viral hingga berujung pencopotan Kasat Res Narkoba Polres Binjai.

Pemuda berinisial RN (17 tahun) ditangkap Satuan Narkoba Polres Binjai di pelataran parkir salah satu warnet di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.

RN ditangkap saat menerima sabu dari ET (19 tahun). Rekaman penangkapan RN terekam kamera CCTV milik warnet.

Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pemuda berkaos biru mengendarai motor mendatangi warnet. Dia masuk dan memanggil RN serta mengajaknya menuju tempat parkir.

Di parkiran motor, pemuda berkaos biru itu memberikan bungkusan yang diduga berisi sabu. Setelah bungkusan diterima RN, datang 2 pria berboncengan motor ke warnet itu.

Dua pria yang ternyata petugas Polres Binjai itu langsung menangkap RN. Sedangkan pemuda berkaos biru yang belakangan diketahui sebagai ET, langsung pergi meninggalkan lokasi.

Keluarga RN lantas meminta rekaman CCTV dari warnet. Mereka mengunggahnya ke media sosial dan mempertanyakan mengapa polisi tidak turut menangkap pemuda berkaos biru sebagai pengirim barang.

Menanggapi beradarnya video yang sempat viral tersebut, Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting langsung menggelar konferensi pers. Ferio mengakui anggotanya menangkap RN seperti dalam rekaman video, pada Sabtu 19 Maret 2022.

AKBP Ferio membantah anak buahnya menjebak RN. “Barang bukti yang disita dari pelaku berupa 1 buah kotak rokok Surya yang berisikan 2 paket sabu-sabu seberat bruto 0.95 gram dan 1 buah pipet sekop,” kata Ferio dalam keterangannya pada 23 Maret 2022.

Dari pemeriksaan, polisi mendapat keterangan bahwa paket sabu didapat RN dari ET. Polisi kemudian menangkap ET, pemuda berkaos biru yang terekam dalam CCTV. “Dari hasil pemeriksaan, ET mengaku sabu itu miliknya dan rencananya akan dipakai bersama,” ujar AKBP Ferio.

Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting menjelaskan alasan personelnya tak langsung menangkap ET di tempat kejadian. Berdasarkan informasi masyarakat, awalnya RN yang menjadi target penangkapan.

Sehingga fokus polisi adalah menangkap RN. “Info yang mereka dapat baik pelaku maupun tempatnya adalah RN. Tapi setelah penyelidikan, ternyata ET terlibat dan akhirnya ditangkap.”

Dari pemeriksaan penyidik diketahui RN dan ET saling kenal. RN mengakui mengkonsumsi sabu, ekstasi, dan ganja. "Barang itu untuk dipergunakan bersama. RN menyediakan tempat, sedangkan ET yang mengusahakan sabunya. Hasil test urine ET dan RN positif narkoba,” kata AKBP Ferio Ginting.

Belakangan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak, mencopot Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Firman Imanuel Perangin-angin yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan anggotanya di lapangan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, AKP Firman Imanuel bertanggung jawab atas kasus penangkapan remaja di Kota Binjai itu.

“Kasat-nya harus bertanggungjawab karena lemahnya pengawasan terhadap anggota, sehingga anggota melakukan hal-hal itu. Anggota juga sudah diperiksa dan pendalaman lebih lanjut terkait itu. Kasat-nya masih dimintai keterangan,” kata Kombes Hadi Wahyudi dikutip CNNIndonesia. (*)

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

X