• Selasa, 28 Juni 2022

Sepanjang 2021, BNN Ungkap 760 Kasus Tindak Pidana Narkoba

- Kamis, 30 Desember 2021 | 20:34 WIB
9F8FC0F7-6AD2-40C8-B234-637B74295910_cx0_cy8_cw0_w1597_n_r1_st
9F8FC0F7-6AD2-40C8-B234-637B74295910_cx0_cy8_cw0_w1597_n_r1_st

JAKARTA, insidepontianak.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sepanjang tahun 2021 berhasil menyita 3,31 ton metamfetamin (sabu) dan 115 ton ganja narkoba yang melibatkan jaringan sindikat nasional dan internasional.

Dilansir dari VOA Indonesia, sepanjang tahun lalu BNN berhasil mengungkap 85 jaringan sindikat narkoba nasional dan internasional yang terlibat dalam 760 kasus tindak pidana narkoba. Sebanyak 1.109 orang ditangkap.

“Barang bukti narkoba yang disita pada 2021 adalah 3,31 ton metamfetamin (sabu), 115,1 ton ganja, 50,5 hektare lahan ganja dan 191.575 butir ekstasi,” ungkap Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose dalam konferensi pers capaian kinerja BNN RI di tahun 2021, Rabu (29/12).

Petrus menambahkan BNN RI juga berhasil mengungkap 14 kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 16 orang. BNN menyita aset dan uang senilai Rp108 miliar.

Divisi narkotika Polda Metro Jaya bersiap untuk memusnahkan narkoba yang terdiri dari 362,45 kilogram sabu, 1.052.000 butir ekstasi, dan 118,27 kilogram ganja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng 5 Juli 2012. (Foto: REUTERS/Supri)

Penyalahgunaan Narkoba Naik 0,15 persen

Petrus menambahkan meskipun berada dalam masa pandemi COVID-19 ada kenaikan prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 0,15 persen berdasarkan hasil survei penyalahgunaan narkoba 2021 yang dilakukan oleh BNN, Badan Pusat Statistik dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

“Pada kategori setahun pakai yang sebelumnya 1,80 persen atau 3.419.188 pada tahun 2019, kini menjadi 1,95 persen atau 3.662.646 pada tahun 2021 dan pada kategori pernah pakai meningkat dari 2,40 persen atau 4.534.744 menjadi 2,57% atau 4.827.616,” jelas Petrus.

Kenaikan penyalahgunaan narkoba itu turut dipengaruhi banyaknya pasokan narkoba yang masuk ke Indonesia yang 90 persen diantaranya melalui jalur laut.

Diungkapkannya, melalui intervensi program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), BNN berhasil menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di wilayah pedesaan .Pada rentang usia 25-49 tahun , contohnya, terjadi penurunan dari 3,39 persen menjadi 2,24 persen di kalangan mereka yang pernah pakai sementara pada kategori setahun pakai mengalami penurunan dari 2,50 persen menjadi 1,61 persen. Desa Bersih Narkoba adalah salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di desa yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa bersama dengan masyarakat.

“Sekali lagi ini menunjukkan intervensi program Desa Bersinar dan intervensi berbasis masyarakat yang dilakukan BNN bekerja sama dengan seluruh stake holder berhasil,” kata Petrus.

Pada tahun 2021 telah telah terbentuk 346 Desa Bersinar, meningkat 100% dari tahun sebelumnya. Sinergitas antara aparat TNI-POLRI dan aparat desa berhasil mengindentifikasi 557 orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana narkoba.

Kumpulan barang bukti narkotika yang diantaranya ganja dan sabu hasil tangkapan BNN dari beberapa kasus yang mereka ungkap di wilayah Indonesia, 19 Oktober 2021.

 

Editor: Jaka Iswara

Tags

Terkini

X