• Senin, 27 Juni 2022

Putri Hutan Kalbar 2021 : Karhutla Jadi PR Bersama

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:26 WIB
putri
putri

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat mulai terjadi di sejumlah daerah di Kalbar. Hal ini menimbulkan keprihatinan semua pihak, terutama saat daerah masih harus berjibaku mengatasi Pandemi Covid-19.

Kondisi ini pun juga dirasakan Putri Hutan Kalbar 2021. Sebagai Duta Hutan Kalbar, ia banyak menyimpan harapan agar kesadaran menjaga hutan sebagai area resapan bisa meningkat. Ini tak mudah. Menjadi pekerjaan rumah bersama bagi semua pihak.

Hutan kata dia, sangat penting bagi kehidupan manusia. Pulau Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia. Dengan total luas hutan sekitar 40,8 juta hektar. Namun, makin menyusut dengan cepat.

Lajut deforestasi yang terus meningkat membuat area hutan makin berkurang. Penyusutan hutan Kalimantan pada 2000 sampai dengan 2005 mencapai sekitar 1,23 juta hektare.

Artinya, sekitar 673 hektare hutan di Kalimantan mengalami deforestasi setiap harinya pada periode tersebut. Greenpeace mencatat di tahun 2010, hutan Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta.

Salah satu penyumbang terbesar adalah laju deforestasi. Konsesi hutan menjadi area industri menyebabnya area hutan banyak mati dan berganti area hidup korporate.

Salah satunya dengan membakar. Itu jadi solusi cepat dan murah. Baik bagi perusahaan hingga warga. Begitu juga dengan hutan di Kalimantan Barat. Tak jauh berbeda kondisnya. Kebakaran hutan hampir terjadi setiap tahun.

Ade menganggap, penanggulangan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah. Peran serta masyarakat juga dibutuhkan. Dengan harapan, memberikan pemahaman, dan menyadarkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan terus menerus.

Menurutnya, sejauh ini belum ada solusi tepat yang ditawarkan pemerintah dalam hal ini ( KLHK) . Untuk membersihkan lahan, umumny masih dengan cara membakar adalah cara yang di anggap paling mudah, hemat dan efisien.

Meski demikian, pembakaran lahan itu harus dilakukan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dan selalu diawasi dengan ketat.

Dengan demikian, asap yang timbun akibat pembakaran lahan tidak sampai menimbulkan masalah bagi aktivitas masyarakat lainnya.

“Jika lahan gabut yang mereka miliki itu terbakar, tentunya sangat sulit dipadamkan dan menimbulkan kabut asap yang cukup tebal. Jadi, dari hal tersebut bagi petani haruslah lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran lahan," ujarnya.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Banjir di Muara Enim Rendam Ratusan Rumah Warga

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:58 WIB
X