• Selasa, 28 Juni 2022

Pelaku Pemerkosa Remaja 16 Tahun di Pontianak Ditangkap

- Kamis, 25 Februari 2021 | 07:40 WIB
IKUSTRas
IKUSTRas

PONTIANAK,insidepontianak.com - Satreskrim Polresta Pontianak bergerak cepat menangkap seorang pria diduga pelaku pemerkosa remaja 16 tahun di Pontianak. Dia adalah DN. Lelaki 46 tahun itu diringkus di kediaman orang tuanya, Jalan Wonodadi II, Sungai Raya, Kubu Raya, Rabu (24/2/2021).

“Terduga pelaku sudah diamankan,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Polii.

Menurut Rully, DN tinggal di Palangkaraya. Namun, lima hari belakangan ini, dia berada di Pontianak, karena urusan keluarga. Rulyy belum dapat menyampaikan secara jelas terkait kronologi dugaan pemerkosaan yang dilakukan DN terhadap remaja 16 tahun itu.

“Yang bersangkutan (DN) masih dalam pemeriksaan,”ujanrnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja 16 tahun di Pontianak, diduga jadi korban perkosaan saat tak berdaya. Remaja itu sebelumya diduga dicekoki minuman keras dan narkoba hingga tak sadarkan diri. Atas kejadian itu, orang tua korban pun membuat laporan poilisi, tertangga 23 Februari 2021.

Kejadian persetubuhan terhadap remaja 16 tahun tersebut terbongkar dari hasil razia gabungan yang digelar Satpol PP Kota Pontianak baru-baru ini.

Remaja itu ditemukan di dalam hotel bersama lima rekannya, dalam pengaruh alkohol. Petugas mengintrogasi rekan korban. Hasilnya didapat informasi, korban usai dicekoki minuman keras dan narkoba, lalu disetubuhi.

Sebelum dikembalikan ke orang tuanya, korban sempat divisum karena terdapat beberapa luka di badan korban.

“Kita lakukan visum, namun belum keluar. Tapi dari keterangan dokter ada bekas luka yang kemungkinan terjadi 2-3 hari lalu, diduga karena disetubuhi,” ungkap Rully.

Ketua Komisi Perlindungan anak Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak menyampaikan, pihaknya  memberikan pendampingan kepada korban selama proses hukum berjalan.

“Kami akan mendampingi korban untuk mencari keadilan dan pemulihan psikologis,” terangnya.

Ayah korban F, saat ditemui di Mapolresta Pontianak mengatakan, hingga saat ini anaknya masih alami trauma berat.

“Kalau tidur ada ngomong dibunuh-dibunuh gitu,” katanya.

Dia pun meminta aparat menghukum pelaku seberat-beratnya. Sebab perbuatan itu telah merusak masa depan putrinya. Dia turut sampaikan termakasihh kasih kepada KPAD Kalbar, yang sudah mendampingi anaknya dalam menjalani proses hukum. (Samsul)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X