• Rabu, 29 Juni 2022

Festival Sahur-Sahur Mempawah Diajukan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

- Selasa, 12 April 2022 | 21:28 WIB
Festival Sahur Mempawah
Festival Sahur Mempawah

MEMPAWAH, insidepontianak.com - Kabupaten Mempawah mengajukan Festival Sahur-Sahur menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, El Zuratman mengaku senang Festival Sahur-Sahur tahun 2022 bisa terlaksana.

Melihat antusias masyarakat, El Zuratnam mengatakan penyelenggaraan Festival Sahur-Sahur tahun 2023 diusahakan lebih meriah lagi.

“Insyaallah kalau pandemi Covid-19 benar-benar berakhir, tahun 2023 sesuai yang disampaikan Ibu Bupati akan dilaksanakan Festival Sahur-Sahur yang lebih meriah. Sama seperti sebelum Covid-19,” kata El Zuratman.

Menurut El Zuratman, antusias masyarakat mengikuti Festival Sahur-Sahur tahun ini di luar prediksi. Dia tidak menyangka warga yang datang begitu ramai.

“Alhamdulillah pembukaan Festival Sahur-Sahur ke-19 sangat meriah. Kami prediksi penonton tidak seramai itu. Nyatanya sangat luar biasa,” kata Zuratman, Selasa (12/4/2022).

Festival Sahur-Sahur sebagai adat tradisi masyarakat Mempawah harus dilestarikan. Pemerintah Kabupaten Mempawah mencoba mengajukan agenda Festival Sahur-Sahur menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2022.

“Festival Sahur-Sahur ini sudah kita rekomendasikan untuk WBTb ke tingkat Nasional. Mudah-mudahan disetujui Kementrian Pendikan dan Kebudayaa,” katanya.

Selain Festival Sahur-Sahur, Pemkab Mempawah juga mengajukan minuman khas air serbat, Betangas (tradisi membersihkan diri sebelum menikah), dan Tari Zepin untuk menjadi WBTb. (*)

 

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

Bupati Erlina Kukuhkan IPM Segedong

Jumat, 18 Maret 2022 | 18:00 WIB
X